Yohanes 2:13-17
Yohanes 2:17b. “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.”
Ketika Tuhan Yesus melihat Bait Suci berubah fungsi yang seharusnya menjadi Rumah Doa (Luk. 19:46) menjadi sarang penyamun, Ia menjadi marah, karena cinta akan rumah-Mu menghanguskan-Nya (Yoh 2:17). Lalu Ia mengusir para pedagang dan penukar uang keluar dari Bait Suci.
Tuhan Yesus tidak membiarkan Bait Suci digunakan sebagai tempat mencari keuntungan, karena Bait Suci semestinya menjadi tempat di mana kehadiran Allah dinyatakan. I Korintus 3:16 mengatakan, bahwa kita adalah bait Allah dan Roh Allah diam di dalam kita. Kalau demikian apakah tindakan kita jika kita mencintai rumah Tuhan ini? Apakah hidup dan tubuh kita dipakai untuk melakukan hal-hal yang mengejar keuntungan dan kenyamanan diri, yang kotor, penuh dosa dan merusak? Atau kita mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, kudus dan yang berkenan bagi Allah?
Dalam Mazmur 26:1-6, kita dapat belajar apa yang harus kita lakukan agar tubuh dan hidup kita dapat menjadi Bait Suci di mana kemuliaan Allah dinyatakan. Hiduplah dalam ketulusan dan terbuka di hadapan Allah. Minta Roh Kudus menyingkapkan dosa yang harus kita bereskan dan tinggalkan. Lakukanlah firman Allah yang kita baca atau dengan mata yang senantiasa tertuju kepada kasih setia Allah. Hati-hati dengan siapa kita bergaul, karena pergaulan yang buruk jelas merusakkan kebiasaan yang baik.
Terakhir, teruslah bangun hubungan intim Anda dengan Allah lewat doa, pujian penyembahan dan perenungan firman Allah. Haleluya!
Doa: “Tuhan Yesus, kami mencintai tempat kediaman-Mu. Karenanya kami mau menjaga tubuh kami untuk tetap kudus, agar lewat apa pun yang kami lakukan, kemuliaan Tuhan dinyatakan. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
