
HIDUP YANG MENYEMBAH
Yohanes 4:20-26
Yohanes 4:24. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”
Sasaran penyembahan kita harus selalu tetap sama, yaitu Allah. Allah harus disembah sebagai Allah, sebagai pencipta alam semesta dan Tuhan.
Sangatlah penting untuk mengetahui kepada siapa kita menyembah? Kita harus menyembah kepada yang kita kenal. Ketika kita tahu, bahwa Dia adalah yang telah menebus dosa dan menyelamatkan kita dan Allah berkuasa melakukan segala perkara, maka seharusnyalah kita menyembah Dia dan jika kita percaya, bahwa Allah ada di mana saja, maka tempat bukan hal yang penting. Penekanannya bukan terletak pada tempat kita menyembah Allah, melainkan pada sikap pikiran kita ketika menyembah Allah.
Allah itu Roh, karena sifat Allah yang rohani itulah maka Dia juga harus disembah secara rohani. Jika kita tidak menyembah Allah yang adalah Roh itu di dalam roh, maka kita tidak memberi Dia kemuliaan karena nama-Nya, dan itu sama saja dengan tidak menyembah, dan karena itu pula kita tidak dapat berharap akan mendapatkan belas kasih dan perkenanan-Nya, dan akhirnya kita gagal mencapai tujuan kita menyembah Dia.
Waktu kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, saat itulah Roh Kudus hidup di dalam kita yang akan menolong ketika kita berdoa dan menjadi penyembah.
Doa: “Roh Kudus tuntun terus hidupku untuk menjadi penyembah yang benar. Amin.
Bacaan Setahun: 2 Petrus 3:15-18; 2 Timotius 4:9-22; Yehezkiel 8; Hosea 11.
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
GBI Pasir Koja 39 Bandung