Renungan Harian (09 Nopember 2017)

HATI YANG REMUK

Yohanes 12:20-36

Yohanes 12:24. “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.”

Rata-rata orang Kristen akan sangat bersemangat ketika berbicara tentang berkat dan kelimpahan. Namun sedikit yang berani berbicara tentang peremukan. Peremukan merupakan satu fase yang sangat tidak nyaman dalam kehidupan anak-anak Tuhan, namun sangat penting untuk menyadarkan kita akan kebergantungan kepada Allah. Tanpa peremukan, mustahil untuk seseorang berkenan kepada Allah. Kedagingan dan kesombongan manusia harus ditaklukkan di hadirat Allah, sehingga yang nampak bukan manusia itu sendiri, namun hati yang sepenuhnya berserah kepada Allah.

Peremukan Allah yang saya rasakan adalah ketika suami saya meninggal di atas mimbar, dan saya ditinggalkan dalam keadaan hamil besar. Butuh 4 bulan untuk mengalahkan trauma dan kekecewaan yang mendalam kepada Tuhan. Jangankan untuk menyentuh alat musik, untuk duduk di bangku gereja pun waktu itu saya sudah histeris. 4 bulan pergumulan membuat saya membenci namun merindukan, menginginkan hadirat Allah. Jatuh bangun, bangkit lagi, jatuh lagi, dan akhirnya menyerah di hadapan kedaulatan Allah. Bahwa semuanya terjadi atas seijin Tuhan, dan bahwa Allah tidak pernah merancangkan malapetaka untuk anak-anak-Nya.

Sebagai seorang musisi, dahulu mudah bagi saya untuk jatuh dalam dosa kesombongan dan menganggap pelayanan hanyalah sebuah rutinitas. Namun setelah peremukan Allah dalam hidup saya, setiap kali saya naik ke mimbar untuk melayani Tuhan, saya merasakan suatu ketidakberdayaan yang luar biasa. Betapa kecilnya saya di hadapan Allah yang Maha Kuasa. Betapa berharganya kesempatan untuk melayani Tuhan, suatu kehormatan yang luar biasa untuk melayani Raja di atas segala raja.

Tanpa peremukan, sulit bagi kita untuk mengerti dan berjalan seiring kehendak-Nya.

Doa: “Ya Allah, ajar kami untuk senantiasa bergantung sepenuhnya kepada-Mu, dan percaya kepada kedaulatan-Mu. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …