2 Raja-Raja 19:9-20
2 Raja-Raja 19:16. “Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, dan dengarlah; bukalah mata-Mu, ya TUHAN, dan lihatlah; dengarlah perkataan Sanherib yang telah dikirimnya untuk mengaibkan Allah yang hidup.”
Hizkia adalah raja Yehuda saat terjadi peperangan di zaman Israel kuno. Sanherib, raja Asyur, sedang menyerang dan telah merebut kota-kota Yehuda. Ia mengirim surat kepada Hizkia yang berisi kabar buruk mendesak Hizkia untuk menyerah. Hizkia menyebut hal itu sebagai ‘hari kesesakan, hari hukuman dan penistaan’ (2 Raj. 19:3).
Dengan ejekan dan cemoohan, Sanherib menyombongkan keberhasilan serangan militernya di masa lalu dan merendahkan Allah yang disembah Israel, sambil mengancam untuk mengadakan kekacauan. Pada saat yang mengerikan itu, Raja Hizkia melakukan hal yang luar biasa dengan surat yang berisi kabar buruk itu: “Pergilah ia ke rumah TUHAN dan membentangkan surat itu di hadapan TUHAN (ay.14).” Kemudian ia berdoa dengan sungguh-sungguh dan mengakui kuasa Allah atas keadaan suram yang sedang mereka hadapi. Allah pun turun tangan dengan cara yang dahsyat.
Dalam kehidupan yang kita jalani kadangkala kabar buruk dan kondisi sulit dapat saja menimpa kita kapan saja. Pada saat-saat seperti itu, kita dapat mengambil contoh tindakan Hizkia. Bawalah dan bentangkanlah kabar buruk itu di hadapan Tuhan di dalam doa dan dengarlah kekuatan yang diberikan-Nya, “Apa yang telah kaudoakan kepada-Ku….telah Kudengar.” (ay.20).
Doa: “Tuhanku, saat ini kubawa beban masalahku di hadapanMu, dengarlah segala keluh kesahku, ya Allah. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
