KEPALA RUMAH TANGGA
Mazmur 128
Kejadian 6:8. “Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.”
Kejadian 9:1 mencatat, bahwa Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya serta berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi.” Ayat ini mengajarkan kita, bahwa Nuh seorang kepala keluarga yang telah hidup berkenan di hadapan Allah. Hal inilah yang membuat Nuh dan anak-anaknya diberkati oleh Allah. Nuh sebagai kepala keluarga hidup bergaul karib dengan Allah, sehingga Allah memberkati kehidupan dan keluarganya.
Para ayah dapat belajar dari Nuh. Kejadian pasal sembilan menceritakan kejahatan dari seluruh umat manusia, tetapi ayat sembilan menyatakan, bahwa Nuh hidup benar dan tidak bercela di tengah orang-orang sejamannya yang melakukan kejahatan. Nuh hidup bergaul dengan Allah. Kasih karunia dilimpahkan dalam hidupnya. Kebenaran ini yang memberkatinya dan seluruh keluarga bahkan keturunannya. Ketika seluruh bumi dimusnahkan karena kejahatannya, Nuh dan seluruh keluarganya diselamatkan. Intinya Nuh sebagai kepala keluarga memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan.
Mazmur 128 meneguhkan, bahwa berkat atas rumah tangga bergantung pada kepala keluarga. Laki-laki yang berbahagia adalah laki-laki yang takut akan Tuhan. Kepala rumah tangga yang seperti ini akan diberkati dengan istri dan anak-anak yang memberkati hidupnya.
Para ayah, inginkah hidup yang diberkati? Takutlah akan Tuhan! Hai para ibu, jika ingin kehidupan keluarga yang diberkati, biarlah suami-suami mendekat kepada Tuhan. Bawalah mereka dalam doa!
Doa: “Kami berdoa bagi keluarga kami, ya Allah. Biarlah kiranya keluarga kami adalah keluarga yang senantiasa dekat dengan-Mu dan hidup dalam pimpinan-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung