PENOPANG, PELINDUNG DAN PENJAGA
Kejadian 3:1-24
Mazmur 11:3. “Apabila dasar-dasar dihancurkan, apakah yang dapat dibuat oleh orang benar itu?”
Jabatan sebagai seorang suami atau bapa adalah jabatan yang paling mulia. Tidak hanya sebagai sumber tetapi sebagai progenitor atau seorang yang mendukung atau menopang.
Keluaran 20:5 menuliskan, “Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,”
Betapa hebatnya kemarahan Allah kepada para bapa yang membuat kesalahan kepada anaknya. Kesalahan yang dimaksud di sini adalah kondisi di mana sang bapa itu tidak berfungsi sesuai kehendak Allah, atau sama dengan kegagalan Adam seperti yang ditulis oleh Dr. John C. Maxwell, yaitu:
- Lalai dalam menyampaikan secara detail semua pesan yang diperintahkan Allah kepadanya, untuk kemudian disampaikan kepada istrinya.
- Membiarkan suara hawa lebih mempengaruhinya melebihi suara Allah.
- Lupa dengan apa yang dikatakan Allah mengenai konsekwensi dari sebuah pelanggaran.
- Tidak mengambil tanggung jawab terhadap hasil kegagalan dari komunikasi. Komunikasi yang baik merupakan sebuah modal penting dalam keberhasilan sebuah rumah tangga. Komunikasi yang terjalin baik dengan semua anggota keluarga akan menghasilkan keharmonisan dan kerukunan dalam keluarga.
Kaum pria, ingatlah, bahwa ukuran keberhasilan seorang pria itu terletak pada sejauh mana ia dapat berfungsi sebagai BAPA SECARA EFEKTIF. Bagaimana dengan Anda?
Doa: “Bapa di sorga, kami sebagai kaum pria rindu agar kami berfungsi secara tepat seperti apa yang Engkau mau bagi keluarga kami. Beri kami kekuatan dan hikmat oleh Roh Kudus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung