Renungan Harian (09 Agustus 2017)

LIDIA

Kisah Para Rasul 16:14-15

Kisah Para Rasul 16:14a. “Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah.”

Kisah Para Rasul 16:14 memperkenalkan kepada kita akan sosok seorang wanita bernama Lidia, seorang “penjual kain ungu”. Ia adalah seorang pengusaha yang sangat berhasil. Setelah Lidia percaya kepada Tuhan, ia dan seisi rumahnya dibaptis. Kemudian ia membuka rumahnya menjadi tempat berkumpul bagi jemaat-jemaat lain. Paulus dan rekan-rekannya dapat mengabarkan Injil dan menguatkan iman jemaat karena keramah-tamahannya, yang ia berikan di sela-sela kesibukan jadwal usahanya (Kis. 16:15, 16:40).

Setiap kita diberikan kasih karunia yang berbeda-beda. Dan ada satu karunia yang jarang dibahas, yaitu karunia melayani (menjamu) atau hospitality, yang seringkali dimiliki wanita, karena perhatiannya kepada hal detail yang seringkali tidak dimiliki pria. Hal ini sangat dibutuhkan dalam pekerjaan Tuhan, karena membuat orang merasa nyaman dan lebih efektif dalam melayani Tuhan, serta juga menarik jiwa-jiwa baru datang kepada Tuhan karena kebaikan hati orang yang memilikinya. Lidia dipuji oleh Rasul Paulus karena kepekaannya memenuhi kebutuhan orang lain.

Ciri- ciri orang yang memiliki karunia melayani (hospitality) adalah: 1. Mampu membuat orang yang baru dikenal merasa nyaman.  2. Memperhatikan setiap detail kebutuhan orang lain dalam kasih akan Allah. 3. Rela memberi dan rela melepaskan kenyamanannya sendiri demi melayani orang lain.

Gereja kita sedang memperluas dan mendaya gunakan care cell. Biarlah kita, yang rumahnya dipakai untuk care cell boleh menunjukkan kasih yang sama yang ditunjukkan oleh Lidia dalam kisah di atas. Dengan demikian, kita mengaktifkan karunia melayani yang pasti Tuhan berikan dalam diri kita, sehingga banyak jiwa baru datang kepada Tuhan, dan lebih  efektif dalam melayani Tuhan.

Doa: “Kami mau membuka rumah kami untuk pekerjaan Tuhan, agar banyak jiwa baru dapat kami bawa datang untuk mengenal-Mu, Tuhan Yesus. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …