Renungan Harian, 08 Oktober 2019

LAHIRNYA SEORANG MISIONARIS

Yohanes 4:1-42

Yohanes 4:39. “Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: “Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.”

Kecelakaan yang dialami Ludwig saat berusia 12 tahun hampir saja melumpuhkan hidupnya. Ketika itu ia sedang bermain-main, dan entah bagaimana jatuh ke bawah sebuah kereta kuda yang kemudian menggilas kedua kakinya dengan roda hingga remuk. Sepertinya ia tidak akan pernah bisa berjalan lagi karena setelah setahun dirawat pun, Ludwig masih terbaring di tempat tidur. Semua dokter yang memeriksanya telah berusaha keras, tetapi kaki Ludwig tidak memberi respons terhadap pengobatan yang diberikan.

Pada suatu hari Natal, ketika sedang membaca Alkitab, Ludwig terkesan dengan Yohanes 14:14: “Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.” Dengan gemetar, ia bertanya kepada ibunya, “Apakah ini benar? Apakah mukjizat masih terjadi sekarang ini?”

Ibu Ludwig agak ragu menjawab. Berusaha tampak yakin, sang ibu tersenyum dan menjawab, “Tentu saja benar, sebab itu firman Tuhan.”

Bagi Ludwig, jawaban itu sudah cukup. Untuk pertama kalinya setelah sekian bulan menjalani perawatan, ia merasa ada harapan yang pasti. Jika ia sampai bisa berjalan lagi, janjinya, ia akan menjadi seorang misionaris. Ludwig percaya, bahwa jika Tuhan mengembalikan fungsi kakinya, pastilah Dia punya tujuan yang spesifik. Dan terbukti, Tuhan menyembuhkannya sempurna sehingga ia dapat berjalan kembali.

Dialah Ludwig Ingwer Nommensen, seorang misionaris Jerman yang menghabiskan lebih dari separuh hidupnya di suku Batak di pulau Sumatera, Indonesia. Melalui perkataan dan tindakan hidupnya yang menaati firman, Ludwig menunjukkan kasih Tuhan kepada suku Batak, sehingga ada ribuan orang yang bertobat dan menjadi orang Kristen. Hari ini, gereja Batak adalah salah satu denominasi Kristen terbesar di Indonesia, buah pelayanan dari seorang lelaki yang kerap disebut sebagai Rasul suku Batak.

Ayat Bacaan Setahun: Yakobus 3:1-12; 1 Tesalonika 5:12-22; Yeremia 40; Ezra 2:36-70

Doa: “Biarlah hidup kami dipakai untuk kemuliaan-Mu, Tuhan Yesus. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …