KESIAPAN HATI
Mazmur 108:1-5
Mazmur 108:2. “Hatiku siap, ya Allah, aku mau menyanyi, aku mau bermazmur. Bangunlah, hai jiwaku,”
Perhatikan bahwa kata “siap” digunakan sebanyak tiga kali dalam 5 ayat dari Mazmur 108. Dua kata “siap” yang pertama, Sang pemazmur mengacu kepada komitmen hatinya di hadapan Allah. Kali kedua, pemazmur mengacu kepada kesiapan Allah untuk mengasihi kita. Perhatikan, bahwa walaupun pemazmur sudah menyatakan niatnya untuk menjalani kehidupan yang penuh dengan pujian, namun kesiapan untuk berkomitmen menjalaninya tidak selalu mudah.
Ia memerintahkan jiwanya untuk bangun. Ia juga membangunkan alat-alat musiknya. Kemudian pemazmur mengingatkan dirinya sendiri untuk meneruskan mazmurnya di antara suku-suku bangsa. Pemazmur merasa aman dalam kesetiaan Allah.
Niat manusia mungkin lemah, tetapi ia tahu kasih Allah kepadanya tidak berubah. Ketika ia mengingat kasih dan kesetiaan Allah, pemazmur siap untuk memuji dan menyembah Tuhan. Ia siap untuk melihat kemuliaan Allah dinyatakan di seluruh bumi. Ia ingin melihat orang lain merasa aman dalam kasih Allah juga.
Untuk menjalani hidup yang penuh dengan pemujaan dan pujian kepada Allah memang tidak mudah, membutuhkan komitmen dan kesetiaan untuk menjalaninya. Namun, akan terasa mudah jika kita mengingat kebaikan dan kesetiaan Allah dalam hidup kita.
Pujilah Tuhan hari ini untuk kesetiaan-Nya dan kebaikan-Nya, yang lebih besar dari langit dan lebih luas dari samudera.
Doa: “Kami siap, ya Allah, untuk memuji dan menyembah-Mu senantiasa. Karena kasih setia-Mu sungguh luar biasa di dalam hidup kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung