Yakobus 5:16-18
Yakobus 5:16. “Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.”
Apakah yang membuat sebuah doa besar kuasanya? Apakah karena Allah menggaransi, bahwa Ia akan mengabulkan setiap permintaan? Atau karena rangkaian kalimat doa yang Anda panjatkan? Jika Anda beranggapan, bahwa besarnya kuasa doa ditentukan oleh cara Anda mengkalimatkan sebuah doa, maka Anda salah besar. Jangan sampai Anda terjebak dalam konsep doa yang salah. Harus tepat ucapan dan urutannya, sehingga jika meleset, maka doa Anda tidak akan manjur.
Yang menentukan kuasa doa adalah sang pendoa. Orang seperti apa yang doanya memiliki kuasa? Yakobus berkata, doa ‘ORANG BENAR’ yang dipanjatkan dengan yakin (5:16), sungguh-sungguh (5:17), maka doanya besar kuasanya. Artinya, kuasa doa sangat berhubungan dengan kehidupan orang yang memanjatkan doa tersebut. Bukan seberapa banyak pengetahuannya tentang kebenaran tetapi apakah ia telah dibenarkan melalui karya Kristus di kayu salib dan hidup di dalam kebenaran firman Tuhan.
Doa yang besar kuasanya adalah doa yang didengar, diterima dan dikabulkan Allah karena sejalan dengan rancangan dan kehendak Allah. Elia meminta hujan kepada Tuhan, dan Allah mengabulkannya karena Elia adalah orang benar dan permintaannya sesuai dengan kehendak Allah atas orang Israel. Doa Elia sesuai dengan kerinduan Tuhan bagi umat-Nya di masa krisis rohani. Elia tahu apa yang menjadi rencana dan kehendak Allah, karena ia mengenal dan intim dengan Allah.
Seorang benar yang hidup dalam kebenaran tentu tidak akan meminta hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak dan rencana Allah, sehingga apa pun yang ia minta dan doakan pasti besar kuasanya.
Doa: “Tuhan Yesus, terima kasih untuk darah-Mu yang telah mengampuni dosa dan menyucikanku. Ajar aku untuk terus hidup sesuai dengan firman-Mu, sehingga aku mengerti apa yang menjadi kehendak dan rencana Allah. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
