TOMBOL MERAH
Yoel 2:28-32
Kisah Para Rasul 2:18: “Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.”
Seorang gadis kecil berusia dua belas tahun bernama Li, bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya di pertambangan biji besi. Kepala kamp memerintahkan ia agar berdiri di dekat tombol merah sepanjang hari. Tombol ini adalah tanda peringatan yang ketika berbunyi, para pekerja harus segera keluar secepatnya.
Di suatu siang, mendadak dia mendengar suara: “Pencet tombolnya!” Dia melihat ke sekelilingnya, tetapi tak seorang pun kelihatan. Kemudian terdengar sekali lagi suara, “Cepat! Pencet tombolnya sekarang!” Beberapa detik kemudian, kembali sebuah suara terdengar dengan nada yang sangat mendesak. Li segera menyadari, bahwa itu adalah suara Tuhan Yesus. Alarm pun dibunyikan dan 3000 orang segera naik ke permukaan. Hanya berselang beberapa saat setelah pekerja terakhir meninggalkan lokasi pertambangan, sebuah gempa bumi hebat mengguncang tempat itu. Seluruh area pertambangan itu runtuh dan tak ada seorang pun yang mampu membangunnya kembali sampai saat ini.
Semua orang memandangi sosok kecil dan ringkih yang telah menekan tombol merah itu. Suara kepala kamp segera memecah keheningan, “Li, bagaimana kamu tahu kalau harus menekan tombol merah itu?” Li kecil menjawab, “Tuhan Yesus Kristus-lah yang menyuruh saya untuk memencet tombol merah itu. Dia mencintai kalian semua dan baru saja menunjukkan kasih-Nya dengan menyelamatkan kalian semua. Kalian harus berbalik dari dosa dan memberikan hidup kalian pada-Nya!” Sekitar 3000 pekerja dan kepala kamp segera berdoa supaya Yesus mengampuni mereka dan mau hidup dalam hati mereka.
Untuk satu kebangunan rohani Tuhan bisa memakai siapa saja. Termasuk seorang gadis kecil yang sederhana. Kalau Tuhan bisa memakai gadis cilik, Tuhan juga bisa memakai Anda dan saya.
Doa: “Tuhan Yesus, beri aku telinga yang peka untuk mendengar suara Roh-Mu. Pakai aku untuk menjadi alat-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung