CERAI!
Maleakhi 2:10-16
Maleakhi 2:16a. “Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel.”
Cerai. Kata ini sekarang menjadi hal yang sudah biasa didengar, bukan hanya oleh orang dewasa tetapi juga oleh anak-anak. Dengan dalih untuk kebahagiaan anak dan untuk kebaikan bersama akhirnya dua orang dewasa ini memutuskan untuk berpisah. Padahal untuk kebahagiaan anak itu sudah jelas 100% membutuhkan orangtua yang lengkap. Bahkan, apabila ada salah satu yang sudah lebih dahulu Tuhan panggil.
Dalam keluarga yang broken home, anak-anak sudah bisa dipastikan menjadi korban yang paling parah menerima dampak dari perceraian. Keluarga yang bahagia bukan berarti tanpa masalah. Keluarga bahagia menurut versi saya adalah keluarga yang mampu menyelesaikan masalah dengan hikmat Tuhan dan tanpa mengorbankan anak-anak.
Dari awal pernikahan untuk membentuk satu keluarga, kita yang berbeda sudah disatukan bukan disamakan. Jadi apabila kita mencari kesamaan dengan pasangan kita pasti tidak akan ada yang 100% sama. Justru dalam perbedaan ini kita bisa saling menguatkan satu sama lain, bisa saling memperbaiki karakter sehingga menjadi pribadi yang lebih baik.
Percayalah ada jalan keluar dalam setiap permasalahan kita. Jangan sedikit masalah saja langsung kita ambil langkah berpisah, karena anak-anak membutuhkan kita. Anak-anak ini adalah anugerah, sebesar apa pun masalah kita, belajar berserah kepada Tuhan dan jangan mengandalkan kekuatan kita sendiri. Alkitab mengatakan bahwa Tuhan juga sangat membenci perceraian. Jadi untuk kita, para orangtua, mari belajar untuk menjaga keluarga masing-masing supaya berkat Tuhan turun atas keluarga kita.
Doa: “Tuhan Yesus, biarlah kasih-Mu terus mengikat kami agar perceraian tidak terjadi di tengah keluarga kami. Ajar kami untuk saling mengasihi, menghormati dan mengampuni. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung