Renungan Harian (08 Juni 2017)

JADILAH ISTRI DAN IBU YANG BIJAKSANA

Ayub 2:9-10

Ayub 2:9. “Maka berkatalah isterinya kepadanya: “Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!”

Dalam keadaan semua serba baik, Alkitab tidak menceritakan tentang siapa istri Ayub (baca Ayub 1). Istri Ayub baru mulai muncul ketika keadaan ekonomi keluarga menjadi buruk, anak-anaknya mati, dan saat Ayub sendiri mengalami sakit kulit yang mengerikan. Istri Ayub tak mampu menerima apa yang terjadi pada keluarganya. Ucapannya untuk mengutuki Allah dan mati kemungkinan besar karena dia tak lagi tahan akan penderitaan mereka.

Dalam keadaan terpuruk, Istri Ayub seharusnya menolong Ayub dengan memberikan nasihat dan dorongan yang bisa membangkitkan iman dan semangat, bukan malah menyuruhnya untuk mengutuki Allah dan mendoakannya segera mati. Ini disebabkan karena ia tidak mengembangkan hubungannya dengan Tuhan sampai setara seperti hubungan Ayub dengan Tuhan, sehingga ketika pencobaan dahsyat datang, terlihatlah perbedaan kedewasaan rohani antara Ayub dan istrinya.

Namun demikian, ada beberapa sisi positif dari sosok istri Ayub, salah satunya adalah kesetiaannya mendampingi Ayub di masa tersulit dalam kehidupan rumah tangga mereka. Pada saat penderitaan terjadi, ia memang mengutuki Allah dan suaminya diinginkannya supaya mati saja, tetapi istrinya tidak pernah meninggalkan Ayub, dan setia sebagai istri Ayub sampai selama-lamanya (bd. Ayub 19:37; 31:1,9-12). Selain itu, sewaktu Ayub menghardiknya sebagai perempuan gila, ia tidak menjawab apa-apa. Bisa jadi, karena dia menyadari kesalahannya.

Dalam keadaan keluarga yang susah, dapatkah kita (para istri) tetap menopang suami dan bukannya malahan merongrong suami dan secara tidak sadar malahan dipakai Iblis untuk menghancurkan keluarga kita sendiri? Tentu saja ini semua membutuhkan komitmen untuk terus mempunyai hubungan yang intim dengan Tuhan setiap hari.

Doa: “Biarlah aku boleh senantiasa mengucap syukur kepada-Mu dalam segala keadaan. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”

 

 

 

 

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …