
Renungan Harian 08 Juli 2022
RELASI SEHAT Renungan Harian 08 Juli 2022
Amsal 24:1-7
Amsal 24:3. Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan. Renungan Harian 08 Juli 2022
Jika bicara tentang hubungan, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang hukum tabur tuai. Kondisi sebuah hubungan yang tidak harmonis lahir dari kebiasaan-kebiasaan yang dibangun setiap hari. Seminggu sekali ke dokter gigi tidak akan berguna, tanpa sikat gigi setiap hari. Pernikahan yang indah bukan lahir dari liburan berdua, tetapi bagaimana dalam keseharian kita saling menghormati.
Kita ingin hubungan yang indah dengan sesama, tetapi kadangkala kita justru melakukan hal-hal yang meruntuhkan hubungan, karena ketidakberhikmatannya kita. Kita akan memiliki sedikit masalah jika kita memiliki hikmat. Hikmat tidak serta meniadakan masalah dalam kehidupan, tetapi hikmat pasti membantu kita untuk meminimalkan persoalan, terutama persoalan yang berhubungan dengan relasi antara kita dengan orang lain. Mengapa perlu hikmat? Karena setiap kita diciptakan berbeda. Mengenali diri sendiri saja kita kerap sulit apalagi untuk mengerti orang lain. Kita memerlukan bantuan Roh Allah dan hikmat-Nya.
Bagaimana caranya untuk kita memperoleh hikmat? Pertama-tama tentu dengan berdoa, memintanya kepada Allah, yang berjanji akan memberikan dengan murah hati dan tidak membangkit-bangkitkan (Yakobus 1:5).
Kedua, kita harus hidup takut akan Tuhan (Amsal 9:10). Orang yang takut akan Tuhan adalah orang yang memprioritaskan Allah dan firman-Nya di atas ego pribadinya. Orang yang terus membangun keintiman dengan Allah dan pasti peka akan suara-Nya.
Ketiga, untuk memiliki hikmat maka kita harus hidup dalam kerendahan hati (Amsal 11:2b). Mereka yang rendah hati pasti mau belajar dan diajar. Mau dibentuk oleh Tuhan dan memberi ruang untuk orang lain belajar dan berproses.
Milikilah hikmat agar kita dapat menikmati relasi sehat dengan sesama.
Doa: “Ya Allah, beri kami hikmat-Mu agar hubungan dengan sesama kami terjalin harmonis. Amin.”
Bacaan Setahun: 2 Tawarikh 29-30; Kisah Para Rasul 6.
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
GBI Pasir Koja 39 Bandung