
BERKORBAN
Ibrani 12:5-11
Amsal 19:18. “Hajarlah anakmu selama ada harapan, tetapi jangan engkau menginginkan kematiannya.”
Hari ini, banyak orang menghargai kemampuan saya. Di balik penghargaan-penghargaan yang saya terima, tidak banyak orang yang tahu, bahwa itu adalah pengorbanan yang sangat berat bagi seorang ayah dan ibu untuk anaknya.
Menyedihkan ketika orang tua kerap kali menyalahkan anak-anaknya karena perbuatan yang mereka lakukan tidak sesuai dengan harapan mereka, bahwa tak jarang orang tua yang membandingkan anaknya dengan orang lain. Tentu itu bukanlah sebuah solusi.
Apa yang Anda tabur, itulah yang Anda tuai. Jika Anda menginginkan keluarga yang indah, diberkati, sesuai dengan harapan Anda, mulailah untuk menabur. Siapa yang menabur dengan mencucurkan air mata akan menuai dengan bersorak-sorai. Taburlah kasih untuk keluarga Anda dan kasih yang nyata membutuhkan pengorbanan, apapun peran Anda dalam keluarga.
Sebagai orang tua, Anda bisa berkorban untuk anak Anda, meluangkan waktu untuknya, mengajaknya berbicara, mendengarkan pendapatnya (bukan mendebatnya), melihat minat bakatnya, dan sebagainya. Anda bisa berkorban untuk pasangan Anda, memberikan waktu untuknya, berdiskusi, melaksanakan hal-hal yang Anda berdua sukai bersama. Sebagai anak, Anda pun bisa berkorban untuk orang tua Anda, membantunya mulai dari hal-hal yang ringan, mengajak mereka bermain, sekedar jalan-jalan, dan berterima kasih kepada mereka. Mulailah dari Anda!
Doa: “Bapa, berkatilah keluargaku di dalam kasih-Mu. Ajar aku senantiasa untuk mau berkorban bagi keluargaku. Biarlah melalui aku, Engkau bekerja dalam keluargaku. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung