
STRES
Matius 11:28-30
Filipi 4:6-7. Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
Kita semua pernah mengalami “stres” yaitu suatu keadaan yang menekan dan tidak mendatangkan kenyamanan bagi kehidupan kita yang normal. Seakan kita sedang mengangkat beban berat yang menekan hidup kita. Seperti seorang membawa beban seratus kilogram untuk dibawa naik ke lantai tiga tanpa ada alat bantu apa pun.
Kondisi saat ini di tengah pandemic Covid 19 terasa menekan. Banyak orang mulai kehilangan pekerjaan, kehilangan anggota keluarga, penghasilan menurun, usaha hampir bangkrut, dililit hutang yang semakin sulit terbayar, kebutuhan sekolah anak meningkat dll. Ada banyak faktor yang dapat memicu munculnya stres dalam hidup ini.
Tuhan Yesus sedang memanggil kita untuk menyerahkan beban hidup kita yang berat kepada-Nya. Segala sesuatu dalam kehidupan kita apabila dipikul bersama Tuhan Yesus pasti sanggup kita lewati dengan selamat. Allah tahu ukuran beban yang sanggup kita pikul, sehingga tidak akan diberi melampaui kekuatan kita dan Allah pasti akan menolong kita. Semua ini diijinkan Allah terjadi untuk kebaikan kita dan melatih kita lebih dewasa dalam iman kepada Kristus. kita harus memiliki hati mengucap syukur kepada Allah karena pengalaman stres ini, boleh kita alami dan kita lewati bersama Tuhan Yesus.
Seharusnya orang Kristen bisa terhindar dari stres apabila hidupnya senantiasa dipimpin oleh firman Allah. Kadangkala stres datang karena diri kita sendiri yang salah dalam melangkah dan terlalu terburu-buru dalam menentukan keputusan dalam menghadapi suatu masalah. Percayalah bersama Tuhan Yesus kita pasti mampu melewati masa-masa yang sulit ini.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, aku akan melalui masalah beban hidupku bersama dengan Engkau, yang selalu memberi aku kekuatan. Amin.”
Bacaan Setahun: Matius 5:17-26; Kisah Para Rasul 2:41-47; Ayub 18-19; Kejadian 14:17-15:21.
GBI Pasir Koja 39 Bandung