KESESAKAN
Mazmur 18:6-7; 28-35
Mazmur 46:2. “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.”
Kita pasti pernah mengalami kesesakan. Suatu masalah yang hadir dalam hidup kita dan membuat kuatir, panik dan berusaha mencari jalan keluar dari masalah yang menyesakkan itu. Namun pada dasarnya itu tidak mudah, karena kesesakan bukan masalah biasa, di luar kemampuan kita. Kita membutuhkan pertolongan dari pihak luar yang lebih mampu dari kita.
Kesesakan bisa berlangsung hanya sesaat saja, tetapi tidak jarang pula bisa berlangsung dalam waktu yang lama, dan sangat melelahkan. Kesesakan bisa datang dari luar, oleh karena adanya ancaman atau sikap permusuhan, ketidakadilan, penganiayaan dan lain-lain. Kesesakan terjadi bisa sebagai akibat dari suatu keadaan negatif yang menimpa kita, seperti bencana alam, musibah atau kecelakaan, sakit penyakit dan lain-lain. Kesesakan bisa terjadi di dalam kita sebagai akibat dan pertanggungjawaban atas kesalahan, ataupun kebodohan-kebodohan dan perilaku emosional yang telah kita lakukan yang menimbulkan penyesalan mendalam dan menyesakkan hati kita. Daud menggambarkan kesesakan seperti tali-tali dunia orang mati yang membelitnya, dan perangkap-perangkap maut yang terpasang di depannya. Tidak ada harapan dan yang ada hanya ketakutan.
Jangan frustasi! Karena apa pun bentuk dan penyebab kesesakan yang kita alami, Tuhan tidak pernah berubah. Ia tetap setia dan selalu siap menolong kita. Daud sudah membuktikan, bahwa Allah adalah pelepas dalam segala kesesakan. Kesesakan yang kita alami, di tangan Tuhan menjadi sarana untuk menguatkan iman kita; memperbaharui karakter kita; menjadikan kita rendah hati; menambahkan hikmat dan kebijaksanaan; bahkan sarana untuk memposisikan kapasitas kita ke tingkat yang lebih tinggi!
Di saat kita mengalami kesesakan, pilihan dan keputusan ada di tangan kita. Tetap berharap pada Allah dalam doa atau bergumul terus dalam kesesakan itu?
Doa: “Bapa yang baik, kami hanya berharap kepada-Mu. Karena Engkaulah tempat perlindungan dan kekuatan kami. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung