Yohanes 15:1-8
Yohanes 15:2. “Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.”
Saya seorang yang kini menggerti ada arti yang sangat dalam dari larangan pemimpin saya melarang saya untuk menebang pohon alpukat atau membakarnya waktu itu. Padahal pohon ini dipenuhi ulat yang membuat seluruh badan gatal, melihat saja sudah merasakan kejijikan dan geli terasa diseluruh tubuh apalagi sampai tersentuh olehnya. Selain menjijikkan, ulat bulu itu pada akhirnya menghancurkan seluruh daun pohon tersebut. Ulat itu datang seiring dengan musim pohon alpukat itu berbuah dan itu memang siklus yang terjadi.
Ketika daun pada pohon itu telah habis, ulat-ulat itu mulai jadi kepompong dan pemandangan menjadi cerah kembali. Walaupun daun di setiap rantingnya telah habis namun ajaibnya pohon itu tidak mati dan dari hari ke hari pohon alpukat itu menjadi pulih dan rimbun kembali. Sampai akhirnya muncul pula buah-buah pada pohon itu. Pada saat buah-buahnya sudah semakin besar dan mulai matang banyak orang datang untuk membeli bahkan ada yang menawar untuk memborong semua buah pada pohon alpukat itu.
Padahal pada awalnya saya mengira bahwa pohon itu pasti akan mati. Namun rupanya di kemudian hari saya tahu tentang siklus pohon alpukat bahwa, ulat buluh yang menghabisi daun-daunnya adalah merupakan siklus normal yang harus dilalui oleh pohon tersebut untuk bisa berbuah. Serangan dari ulat bulu malah berakhir pada proses ‘happy ending’.
Saudara, kita semua adalah tanaman Allah yang kadang-kadang walaupun tidak diundang, seringkali masalah-masalah datang silih berganti. Tentu itu menyakitkan, tapi jika tetap teguh iman, maka kita tidak akan kecewa karena ada happy ending yang akan kita rasakan. Untuk itu tetaplah tinggal di dalam-Nya pasti Anda akan berbuah.
Doa: “Tuhan berikanku keteguhan hati untuk untuk tetap tinggal di dalam Engkau, sampai akhirnya hidupku mengeluarkan buah yang lebat bagi kerajaan-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
