Renungan Harian (08 Agustus 2017)

TABITHA, MURAH HATI

Kisah Rasul 9:36-42

Kisah Para Rasul 9:36. “Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita — dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah.”

Seorang profesor memberi tugas kepada para mahasiswanya. Tugas tersebut sempat membuat para mahasiswanya tercengang. Tugas itu adalah mendesain batu nisan sendiri, mahasiswa diminta menuliskan kapan kematian itu terjadi dan apa yang ingin ditulis di batu nisan milik masing-masing. Tugas yang sangat sederhana, namun dibutuhkan keberanian untuk instropeksi diri yang mendalam.

Kisah tugas ini mengingatkan pada sosok mantan gubenur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Beliau berani menyatakan tentang batu nisan kematiannya. Beliau berujar, “Di batu nisan saya tolong tulis, mati adalah keuntungan, saya tidak berani menuliskan hidup adalah Kristus, karena hidup saya belum seperti Kristus.” Bagi beliau kematian adalah keuntungan karena beliau mengenal Tuhan Yesus sebagai Juruselamat pribadinya, dan selama menjadi pejabat, beliau bersih dan jujur.

Perkara ini menjadi bahan renungan kita. Apakah yang akan kita tulis di batu nisan kita nanti? Mari kita evaluasi diri kita sendiri. Kita bisa bertanya pada diri sendiri. Apakah yang kita tulis di batu nisan kita itu, akan memberkati orang atau orang akan mencibir kita. Apakah kepergian kita akan membuat orang merasa kehilangan atau orang merasa senang.

Kita bisa belajar dari seorang wanita yang murah hati, yaitu Dorkas. Dia banyak memberi sehingga ketika ia meninggal dunia, orang merasa kehilangan. Orang-orang yang bersedih menunjukkan kebaikan hati Dorkas. Banyak pakaian yang dibuat Dorkas untuk banyak orang. Kebaikan hatinya begitu terkenal, sehingga orang tidak rela beliau meninggal dunia. Para murid pun berharap, ditunjukkan dengan memanggil Rasul Petrus. Orang-orang sangat bersukacita ketika Dorkas bangkit.

Bagaimana dengan kita? Tulisan apakah yang akan kita tulis di batu nisan kita? Bagaimana reaksi orang-orang saat kita pergi?

Doa: “Bapa, biarlah hidup kami senantiasa kami isi dengan kebaikan dan perbuatan kasih, agar ketika kami kembali kepada-Mu, kami dikenal sebagai orang yang melakukan kehendak-Mu. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …