
MENGAKUI KESALAHAN
Matius 7:1-5
Amsal 28:13. “Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.”
Kita adalah manusia yang tidak luput dari berbuat salah. Kesalahan kita bisa merusak hubungan dengan orang lain. Akuilah kesalahan Anda untuk memulihkan hubungan yang rusak. Yesus mengatakan ini adalah cara untuk melihat sesuatu dengan lebih jelas: “Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.” (Matius 7:5).
Karena kita semua memiliki titik buta di mata kita, maka Anda perlu meminta pihak ketiga untuk membantu mengevaluasi tindakan Anda sebelum berhadapan dengan orang yang sedang berselisih dengan Anda tersebut. Selain itu, mintalah pada Tuhan untuk menunjukkan seberapa besar kesalahan Anda di dalam konflik tersebut. Tanyakan pada diri Anda sendiri, “Apakah saya sumber masalahnya? Apakah saya tidak realistis, tidak peka, atau terlalu sensitif?” Alkitab mengatakan, “Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita” (1 Yohanes 1:8).
Mengakui kesalahan ialah alat yang ampuh dalam pemulihan hubungan. Seringkali cara kita menangani konflik malah menciptakan luka yang lebih besar dibanding masalah itu sendiri. Namun, ketika Anda mulai rekonsiliasi dengan rendah hati mengakui kesalahan Anda, maka itu akan meredakan amarah orang lain dan menangkis serangan-serangan mereka sebab mereka mungkin mengharapkan Anda untuk bersikap defensif.
Jangan membuat alasan atau menyalahkan orang lain atau sesuatu. Jujurlah akui segala kesalahan Anda yang menyebabkan keruhnya konflik tersebut.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, beri aku kekuatan untuk mampu mengakui kesalahan dan dengan rendah hati meminta maaf. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung