
ESTAFET KEPEMIMPINAN
Ulangan 31:1-8
Ulangan 31:3. TUHAN, Allahmu, Dialah yang akan menyeberang di depanmu; Dialah yang akan memunahkan bangsa-bangsa itu dari hadapanmu, sehingga engkau dapat memiliki negeri mereka; Yosua, dialah yang akan menyeberang di depanmu, seperti yang difirmankan TUHAN.
Pelayanan adalah hal yang serius dan mulia. Tidak sembarang orang boleh melayani Tuhan. Hanya Tuhan yang berhak memilih dan menetapkan hamba-hamba-Nya. Di dalam kepemimpinan, pelayanan dan kehidupan manusia, regenerasi merupakan fakta yang tidak terelakkan oleh siapa pun. Demikian pula halnya dengan kepemimpinan Musa yang tidak lama lagi harus diganti oleh orang lain. Musa tahu, bahwa Allah hendak memanggil pulang itu sebabnya Musa tidak ingin estafet kepemimpinan tidak berjalan dengan baik.
Musa adalah pemimpin yang tahu diri. Dalam usianya yang lanjut, umur 120 tahun, sudah tidak memungkinkan dirinya memimpin generasi baru memasuki Tanah Perjanjian. Lagi pula Musa tahu persis Allah telah memutuskan, bahwa ia hanya dapat melihat Tanah Perjanjian dari kejauhan.
Musa tahu, bahwa Allah yang sudah memilih dan menetapkan Yosua untuk menggantikannya dan sudah mempersiapkannya. Sekarang waktunya sudah tiba bagi Musa untuk menyerahkan tongkat kepada Yosua.
Yosua adalah calon pengganti Musa yang telah Tuhan pilih dan persiapkan. Yosua pun sudah mengikuti dan belajar dari hidup dan karya Musa. Benar kita harus belajar dari mereka yang lebih dahulu melayani, yaitu para senior kita. Akan tetapi, kita juga harus belajar untuk memberi diri dipimpin oleh Roh Kudus, serta mencari hikmat Allah lewat pembacaan dan penggalian akan firman Tuhan yang tertulis di Alkitab.
Doa: “Tuhan Yesus, kami mau memberi diri kami dipimpin oleh Roh Kudus dan juga belajar dari kehidupan para senior kami. Amin.”
Bacaan Setahun: Yohanes 1:43-51; I Korintus 16:10-24; Yesaya 14:1-27; I Samuel 14.
GBI Pasir Koja 39 Bandung