Roma 8:1-14
Roma 8:13. “Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.”
Suatu hari saya ingin menanam biji matoa agar dapat memiliki pohon yang bisa dinikmati buahnya oleh banyak orang. Saya tahu pohon ini lama pertumbuhannya, tetapi saya tetap ingin mencoba, karena terinspirasi oleh pohon matoa yang ditanam oleh bapak rohani saya. Setelah mendapatkan biji matoa, saya mulai menanamnya, dan pada saat itu pikiran saya memerintah untuk menanamnya di satu buah pot, agar bertumbuh dengan baik dan mudah memindahkannya. Tetapi, saya lebih memilih menanamnya di sebuah pot yang besar bersama tumbuhan lain. Beberapa lama kemudian mulai bermunculan tunas, saya tentu sangat senang. Tetapi apa yang terjadi beberapa waktu kemudian? Tunas matoa mati dan tumbuhan yang lama tetap hidup, akhirnya saya gagal memiliki pohon matoa.
Begitu juga dengan gambaran kehidupan dan kekudusan. Ketika kita mencoba untuk membangun sebuah kehidupan yang sesuai kehendak Tuhan, tetapi kita menempatkannya bersama dengan kehidupan lama (dosa) yang sudah mengakar, tanpa lebih dulu mencabutnya, maka benih yang baik memang akan bertumbuh tetapi akan mati seketika, karena dosa mendominasi tanah (hati) kita.
Kudus di dalam seluruh hidup terjadi setelah kita mematikan semua dosa dan penghalang dalam hati kita. Memang Allah mengampuni, tetapi tugas kitalah untuk mematikan segala kedagingan agar kehidupan kita kudus.
Doa: “Roh Kudus, beri kami kemampuan untuk mematikan segala kedagingan kami, agar kami boleh menjadi kudus di dalam seluruh hidup kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
