Mazmur 73:1-28
Mazmur 73:13. “Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih, dan membasuh tanganku, tanda tak bersalah.”
Pernahkah Anda merasa tidak diperlakukan dengan adil? Bila Anda merasa demikian, Anda tidak sendirian, karena saya pun pernah dan itu sangat tidak enak. Alkitab juga mencatat seorang pemazmur yang juga merasa dicurangi. Ia menuliskan daftar yang panjang tentang bagaimana orang fasik mendapatkan kemakmuran, hingga ia berkata, “Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih” (ayat 13).
Oswald Chambers pernah berkata, “Jangan pernah mencari keadilan, tetapi jangan lelah bersikap adil; dan jangan pernah membiarkan apa pun yang kau alami merusak hubunganmu dengan orang lain melalui Yesus Kristus.”
Jika kita menuntut perlakuan yang adil bagi diri kita, kita bisa menjadi marah dan frustasi. Namun, jika kita mau menerapkan firman Allah, maka kita akan rela mengalah dan mengutamakan orang lain di atas kepentingan kita. Ketahuilah, bahwa meskipun hidup seolah tidak adil dan penuh kecurangan, tetapi Allah tidak. Ia Allah yang adil juga setia. Percayalah, bahwa pada waktu-Nya kelak Allah akan menyatakan keadilannya.
Saat mengalami ketidakadilan, kita mempunyai tanggung jawab sebagai pengikut Kristus untuk menanggapinya dengan tenang, penuh kejujuran dan integritas. Bagaimana orang lain menerapkan keadilan memang tidak dapat kita atur, tetapi dalam sikap kita kepada orang lain, maka kita wajib menunjukkan integritas kita.
Doa: “Ajar kami untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, dan beri hati yang mampu mengasihi mereka yang telah menyakiti hati kami dengan ketidakadilan. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
