MAU DIAJAR
Yakobus 4:1-10
Amsal 15:33. “Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan.”
Orang yang berhikmat atau bijak akan selalu rendah hati. Kerendahan hati adalah hati yang mau diajar. Kita harus menjadi orang yang rendah hati atau kita akan tersandung. Kerendahan hati dimulai dengan menyadari, bahwa kita bukanlah siapa-siapa. Setiap kali ego kita tersinggung, mudah bagi kita untuk marah. Namun, setiap kali kita mengingat, bahwa kita bukan siapa-siapa, maka mudah bagi kita untuk rendah hati.
Kita bukan Tuhan yang bisa mengubah segalanya sekehendak hati. Jika kita belum menyadari, bahwa kita bukanlah Tuhan, artinya kita bukan orang yang rendah hati. Tidak perlu merasa hebat sehingga kita marah bila direndahkan.
Kerendahan hati mengajarkan, bahwa kita bisa belajar dari siapa pun. Sadari, bahwa tidak ada seorang pun tahu tentang semua hal. Itulah mengapa kita perlu memiliki hati yang rendah hati, mau diajar dan terus-menerus belajar.
Sebab firman-Nya berkata, “Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan.” (Amsal 15:33). Sebaliknya, mereka yang sombong akan jatuh. “Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!” (1 Korintus 10:12).
Doa: “Kami mau menjadi seorang yang rendah hati, mau diajar bahkan terus menerus belajar. Tolong kami, ya Allah. Kami rindu memuliakan nama-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung