Lukas 11:27-28
Lukas 11:28. “Tetapi Ia berkata: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.”
Dari dua ayat pendek di atas, kita pun dapat melihat, bahwa ada perbedaan sudut pandang antara perempuan tersebut dengan Tuhan Yesus. Perempuan tersebut melihat dari sudut pandang manusia. Kebahagiaan yang dilihat dari keluarga tempat kita dilahirkan dan dibesarkan, siapa ayah dan ibu kita, apakah anak kita menjadi anak yang sukses, berapa harta yang kita miliki, bagaimana prestasi kita di dunia ini, dan sebagainya. Dalam hal ini, perempuan tersebut melihat Maria ibu Yesus sebagai orang yang sukses, karena anaknya, Yesus, kini menjadi orang paling terkenal di Israel pada waktu itu.
Mungkin perempuan itu membandingkan dirinya dengan Maria ibu Yesus dan dalam hatinya berkata, “Ah andaikata aku seperti Maria yang bisa punya anak sesukses Yesus.” Akan tetapi Yesus mengetahui isi hati perempuan tersebut, sehingga bukannya Ia menjawab, “Terima kasih” atau jawaban basa-basi lainnya, Yesus langsung mengucapkan perkataan yang langsung meng-counter jawaban perempuan tersebut, “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya (ay. 28).” Tuhan Yesus mengucapkan perkataan ini karena Ia melihat segala sesuatunya dari sudut pandang surgawi.
Dan tidak ada kebahagiaan yang lebih besar di dunia ini ketimbang mereka yang tahu, bahwa mereka telah mendapatkan keselamatan kekal, salah satunya dengan memelihara firman Tuhan, sehingga hidup kita semakin bertumbuh dan berakar dalam Yesus.
Doa: “Kami percaya, bahwa firman-Mu adalah Engkau sendiri. Dan saat kami hidup di dalam firman-Mu, sesungguhnya di sana lah sumber kebahagiaan kami yang sejati. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
