Renungan Harian (06 Oktober 2017)

INI AKU TUHAN

Yesaya 6:1-8

Yesaya 6:8. “Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”

Jim Yost berumur tiga belas tahun ketika ayahnya dipanggil pulang ke rumah Bapa di Sorga. Ibunya adalah seorang Kristen yang taat. Memasuki usia remaja tanpa figur seorang ayah membuatnya terombang-ambing oleh lingkungan, sehingga akhirnya ia terjerumus ke lembah kelam: narkotika. Dunia obat bius begitu menjeratnya sampai ia harus meringkuk dalam penjara. Namun Allah dengan kasih-Nya yang begitu besar menjamah Jim, sehingga ia masuk ke dalam rencana-Nya. Tidak pernah terlintas dalam benaknya, bahwa ia akan menjadi seorang misionaris. Apalagi ke tempat yang begitu jauh, yang sering disebut sebagai ujung bumi: Papua!

Saat berada di Kyoto, ia berkata kepada Tuhan, ”Tuhan, saya tidak suka tinggal di negeri asing. Saya tidak suka makan makanan yang aneh. Saya tidak bisa komunikasi karena bahasa mereka yang berbeda. Saya tidak akan bisa menjadi seorang misionaris.” Dan Tuhan menjawabnya dengan tegas, ”Jim, engkau tidak bisa menjadi misionaris, tetapi Aku bisa menjadikan engkau seorang misionaris.”

Nabi Yesaya memiliki pergumulan sendiri, ketika ia melihat kemuliaan Allah. Ia mengakui, ia tidak layak di hadapan Allah karena ia seorang yang najis bibir dan tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir. Namun, Allah menyatakan bahwa Allah yang menghapuskan kesalahan dan mengampuni dosanya.

Seperti halnya Jim Yost dan Yesaya adalah manusia biasa. Mereka memiliki kelemahan bahkan dikuasai dosa, tetapi Allah sanggup menjadikan mereka alat kemuliaan Allah. Bukan dengan kemampuan mereka tetapi kasih karunia Allah. Siapa pun kita, bagaimana pun keadaan kita, Allah mengasihi kita dan ingin memakai kita untuk kemuliaan Allah. Bukan masalah siap atau tidak, tetapi apakah kita bersedia? Kita tidak akan pernah mampu tetapi Allah bisa menjadikan kita alat-Nya untuk memberitakan Injil kerajaan-Nya.

Doa: “Tuhan Yesus, sesungguhnya kami tidak mampu, tetapi kami percaya Engkau sanggup memampukan kami untuk menjadi alat pemberita Injil Kerajaan-Mu. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …