Kisah Para Rasul 9:36-46
Kisah Para Rasul 9:36. “Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita — dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah.”
Anne Avantie, seorang perancang pakaian tradisional khususnya kebaya yang telah menembus pasar internasional. Karyanya yang terkenal glamour selalu berhasil menarik perhatian para peminat fashion. Tetapi yang dia inginkan ternyata berbeda. Untuknya yang lebih penting adalah menunjukkan kepada dunia, ‘apakah dia mampu menjaga apa yang sudah Tuhan berikan kepadanya?’ “Saya merasa tidak ada yang bisa saya lakukan, kalau Tuhan tidak campur tangan dalam kehidupan saya. Dalam hidup, saya selalu mengandalkan Tuhan.” Karena selain menjadi desainer kondang, dia juga adalah penggagas pelayanan kemanusiaan ‘Wisma Kasih Bunda’ yang melayani anak-anak hydrocephalus. Baginya, apa yang dilakukannya mungkin memang tidak dapat mengatasi semua persoalan. Tetapi mencintai anak-anak hydrocepalus adalah bagian yang tidak bisa terlepaskan darinya.
Dokter Lie Dharmawan, terlahir dari keluarga miskin, namun dari koceknya, ia mewujudkan mimpi yang muskil, membangun RSA (Rumah Sakit Apung) Swasta. Ia berlayar mengunjungi pulau-pulau kecil di Nusantara, mengobati ribuan warga miskin yang tak memiliki akses pada pelayanan medis. Tujuan RSA adalah untuk melayani masyarakat yang selama ini kesulitan mendapat bantuan medis dengan segera karena kendala geografis dan finansial, terutama untuk kondisi darurat, khususnya bagi masyarakat prasejahtera yang tersebar di kepulauan di Indonesia. RSA ini hanyalah sebuah kapal sederhana yang terbuat dari kayu, yang di dalamnya disekat-sekat menjadi bilik-bilik yang diperuntukkan untuk merawat pasien-pasien inap ataupun pasien-pasien pasca operasi. Sehingga dr. Lie dianggap sebagai dokter gila, karena keberaniannya menggunakan kapal kayu mengarungi pelosok negeri ini untuk membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu, tetapi memerlukan pelayanan kesehatan segera.
Dari kedua tokoh inspiratif ini, mari kita belajar melakukan apa yang kita bisa lakukan untuk orang-orang yang membutuhkan Yesus. Dia bisa memakai kita juga, asal kita mau.
Doa: “Tuhan Yesus, dengan apa yang ada pada kami, baik talenta kami, waktu kami, uang kami, bahkan semuanya, kami mau persembahkan bagi pekerjaan perluasan Kerajaan Allah. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
