
SIRKULASI
Ayub 36:27-29
Zakaria 14:17. Tetapi bila mereka dari kaum-kaum di bumi tidak datang ke Yerusalem untuk sujud menyembah kepada raja. Tuhan semesta alam, maka kepada mereka tidak akan turun hujan.
Masih ingatkah Anda dengan proses terjadinya hujan? Panas matahari mengubah air laut atau air sungai menjadi uap yang naik ke langit. Uap air berkumpul menjadi awan yang semakin tebal dan pada saat tertentu kemudian berubah menjadi titik air, titik air ini jatuh berupa hujan ke atas bumi. Hujan menjadikan tanah subur dan memberikan hasil bumi yang berlimpah. Itulah sirkulasi terjadinya hujan di bumi.
Ayub mengingatkan hal itu bukanlah suatu sirkulasi yang terjadi tiba-tiba, semua dijadikan Allah. Saya coba menganalogikan hal itu dengan pujian ucapan syukur yang kita naikkan kepada Allah yang mendatangkan berkat dalam kehidupan manusia.
Berkat Allah yang kita terima seolah seperti sinar matahari yang menyinari alam semesta, memanaskan air sungai dan air laut membentuk uap yang naik ke langit. Berkat Allah seharusnya memanaskan hati kita sehingga membentuk uap berupa pujian dan ucapan syukur yang naik ke hadirat-Nya. Semakin banyak ucapan syukur yang kita naikkan, maka semakin banyak awan tebal yang terbentuk dan kemudian berubah menjadi titik-titik air yang akhirnya tercurah berupa hujan berkat kepada kehidupan kita. Hujan yang berlimpah akan membentuk sungai dan mengalir ke laut dari mana sebenarnya mereka berasal dan seluruh proses itu akan kembali berulang. Berkat yang diterima seharusnya dialirkan, tidak dinikmati sendiri.
Jangan berhenti memuji dan menaikkan ucapan syukur kepada Allah, karena semua berkat datangnya dari Allah dan harus dikembalikan kepada Allah berupa pujian dan ucapan syukur agar kembali turun memberkati ladang agar menjadi subur dan kembali menghasilkan buah yang berlimpah, bahkan mengalir seperti aliran sungai.
Doa: “Kami akan terus memuji-muji-Mu karena kami bersyukur untuk semua anugerah dan kebaikan-Mu bagi kami, ya Allah.”
Bacaan Setahun: 2 Petrus 2:17-22; 2 Timotius 3:1-9; Yehezkiel 4-5; Hosea 8
GBI Pasir Koja 39 Bandung