KEPEKAAN MENDENGAR SUARA ALLAH
1 Samuel 3:1-10
1 Samuel 3:10. “Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: “Samuel! Samuel!” Dan Samuel menjawab: “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar.”
Kisah Samuel muda ketika pertama kali mendapat panggilan TUHAN sangat menarik untuk diselami. TUHAN memanggil Samuel sampai tiga kali, tetapi Samuel tidak tahu bahwa yang memanggilnya adalah TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Yakub, dikiranya imam Eli. Hal ini terjadi karena Samuel belum mengenal suara Allah, dia belum peka terhadap suara Allah.
Dalam kehidupan kita sehari-hari kadang kita juga kurang peka suara Tuhan. Ketidakpekaan manusia terhadap suara Tuhan disebabkan karena banyak hal. Yang pertama, karena manusia tidak bergaul erat dengan Tuhan, sehingga mereka tidak mengenal suara Tuhan. Samuel belum mengenal suara Allah, sehingga sebanyak 3 kali disangkanya suara yang memanggil adalah suara imam Eli. Hal kedua, karena kesibukan manusia, sehingga kita tidak fokus terhadap apa yang Tuhan firmankan. Yang ketiga, karena masalah yang kita hadapi, kita lebih melihat masalah itu sendiri tanpa melihat, bahwa Allah sanggup menyelesaikan masalah kita, jika kita mau datang kepada-Nya memohon pertolongan.
Kepekaan mendengar suara Allah perlu dilatih dalam kehidupan orang Kristen, sehingga dalam menjalani kehidupan ini orang Kristen mendapat pimpinan dan bimbingan Allah apa yang harus dilakukan sesuai dengan kehendak-Nya. Latihan kepekaan mendengar suara Allah dengan cara terus bersekutu dengan-Nya lewat doa, membaca firman-Nya dan menenangkan diri untuk terus mendengar suara Allah, bukan suara diri kita sendiri.
Doa: “Ya Allah, ajar aku peka terhadap suara hati-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung