MEMBANGUN KELUARGA
Mazmur 128
Mazmur 128:1. “Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!”
Kata membangun menunjukkan sebuah aksi yang harus dilakukan, bukan menunggu atau menerima dari orang lain. Kita sendiri yang harus mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk mewujudkan impian kita. Unsur keluarga diawali oleh dua orang manusia yang berbeda jenis yang kemudian atas anugerah Tuhan akan bertumbuh kembang menjadi tiga, empat atau lebih dengan kehadiran anak-anak.
Dua unsur utama bangunan tersebut sering kali digambarkan sebagai tiang keluarga. Namun, banyak pasangan yang membangun keluarga tanpa memperhatikan siapa mitranya dalam menopang bangunan yang akan mereka bangun. Banyak tiang rumah yang ternyata tidak dipersiapkan dengan baik. Tiang bangunan terpaksa dipasangkan padahal tidak seimbang, tidak sepakat bahkan tidak harmonis.
Ketahuilah, jika dua tiang tidak seimbang dipaksa dipasangkan, maka tiang tersebut akan mudah roboh atau sekalipun bertahan akan penuh dengan persoalan, mungkin miring, goyah dan tidak indah dipandang.
Anak-anak muda dan para orang tua, bersikaplah bijak dalam memilih dan mempersiapkan rumah tangga. Mohon bimbingan Roh Kudus, sehingga ketika Anda datang ke rumah Tuhan untuk diteguhkan dan diberkati, Anda datang dengan penuh sukacita dan Tuhan berkenan serta memberkati Anda dengan anugerah dan kasih setia-Nya. Impikan dan wujudkan keluarga yang bahagia dan sejahtera dengan perencanaan yang matang dan baik dengan pertolongan Roh Kudus.
Ikuti dan taati aturan bimbingan pranikah yang telah ditetapkan gereja dengan tekun dan dengan kerendahan hati. Karena gereja bertanggung jawab mengajarkan firman Tuhan sebagai landasan rumah tangga yang akan Anda bangun, bukan untuk mempersulit atau membebani Anda dengan hal tersebut.
Doa: “Roh Kudus, kami mau menaati setiap aturan dan mengikuti bimbingan pranikah dengan tekun, agar rumah tangga kami dibangun dengan tiang yang kokoh. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung