Ayub 1:1-22
Keluaran 9:16. “Akan tetapi inilah sebabnya Aku membiarkan engkau hidup, yakni supaya memperlihatkan kepadamu kekuatan-Ku, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi.”
Sewaktu masih kecil, Tan diajari papa menulis huruf mandarin. Pada zaman orde baru merupakan hal sulit bagi keturunan Tiong Hoa untuk berkembang. Bagi Tan yang dibesarkan di zaman orde baru, hal itu merupakan hal yang tidak berguna. Tetapi Tan tetap mentaati keinginan sang papa. Ketika Tan kecil, saat ia berhasil menulisnya namanya dengan huruf kanji, sang papa seneng sekali. Papanya memamerkannya pada temen-temen dekat dan kerabat. Tan seneng papanya bangga padanya. Apalagi semua kerabat memujinya. Begitu juga Allah Bapa di sorga, Ia akan bangga bila kita sebagai anak-anak-Nya mau taat.
Seperti Ayub memiliki integritas dalam hidupnya. Ayub tetap mentaati Tuhan, sekalipun musibah menimpanya. Ia tidak menyalahkan Tuhan. Proses hidup yang menyakitkan tetap dijalani, sampai ia melihat maksud Allah dalam hidupnya. Ayub mengenal siapa Allah melalui pengalaman pribadinya, bukan kata orang. Allah bisa berbangga di hadapan iblis, memiliki anak yang taat pada-Nya. Iblis benar-benar dipermalukan.
Itulah yang Allah nyatakan ke raja Firaun. Firaun tetap dibiarkan hidup supaya melihat betapa hebatnya Allah yang membela bangsa Israel.
Dalam hidup kita ini, Allah ingin memakai kita menjadi alat kemuliaan-Nya. Allah bebas memakai kita karena kita taat, sehingga Allah bangga dengan hidup kita. Iblis pun dipermalukan. Bagaimana dengan hidup kita, taatkah kita pada Allah, sehingga Iblis malu dan dikalahkan?
Doa: “Biarlah kami memiliki hati yang selalu taat akan perintah-Mu, sehingga Engkau bersuka dan bangga atas kami. Tolong kami, ya Roh Kudus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
