Roma 1:28-32
Roma 1:30-31. “Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua, tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan.”
Di media-media sosial, youtube dan lain-lain, saya kerap menemukan postingan-postingan dari kaum ateisme yang penuh dengan sarkasme dan kebencian akan Allah. Saya kadang bertanya-tanya mengapa mereka begitu marah akan semua hal tentang Tuhan. Tidak hanya di media sosial, tetapi juga di media film dan musik. Lirik-lirik lagu yang berisi ejekan-ejekan tentang keberadaan Allah, juga kalimat-kalimat di drama-drama TV atau film-film (khususnya film-film dan drama hollywood) pun kerap menjadikan Tuhan Yesus sebagai bahan tertawaan.
Menolak Allah tidak akan membawa orang pada pandangan sekuler netral. Bahkan, para ateis garis keras masa kini telah menunjukkan keinginan yang keras untuk menghilangkan acuan apa pun dalam peradaban yang berhubungan dengan pencipta. Alkitab sendiri menyatakan, bahwa penolakan terhadap Allah dapat membawa seseorang pada sikap yang semakin membenci-Nya (Roma 1:28-30).
Ketika kita mendengar ucapan-ucapan dari mereka yang membenci Tuhan memang dapat membuat telinga dan hati kita panas, namun firman Tuhan menasihati kita untuk membela kebenaran dengan sikap penuh kasih, “Seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan,….” (2 Tim 2:24-25).
Jika Anda membaca atau mendengar perkataan seorang pembenci Allah, kuasailah diri Anda, minta Roh Kudus untuk memberikan roh yang lemah lembut, dan berdoalah agar ia kelak menemukan kebenaran.
Doa: “Tuhan Yesus, mampukan kami untuk dapat mengasihi mereka yang membenci-Mu, agar kami dapat dengan lemah lembut mengajarkan kebenaran kepada mereka yang menolak-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
