PEMELIHARAAN NYA SEMPURNA
Keluaran 16:11-31
Keluaran 16:29. “Perhatikanlah, TUHAN telah memberikan sabat itu kepadamu; itulah sebabnya pada hari keenam Ia memberikan kepadamu roti untuk dua hari. Tinggallah kamu di tempatmu masing-masing, seorang pun tidak boleh keluar dari tempatnya pada hari ketujuh itu.”
Saya teringat ketika seorang guru sekolah minggu ingin menjelaskan tentang bagaimana Allah menyediakan makanan bagi bangsa Israel di tengah padang gurun seperti bacaan Alkitab di atas. Untuk membuat cerita tersebut lebih hidup dan mudah dimengerti anak-anak, ia membuat sesuatu yang melambangkan “manna”, bagi anak-anak di kelasnya. Ia memotong roti kecil-kecil dan melapisinya dengan madu. Resepnya diilhami oleh penjelasan Alkitab tentang manna yang menyatakan “rasanya seperti kue madu“ (ayat 31).
Ketika bangsa Israel pertama kali memakan roti Allah dari sorga, roti ini muncul di atas tanah di luar kemah mereka seperti embun beku. Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: “Apakah ini?” Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: “Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu.” (Keluaran 16:15)
Mereka mendapati, bahwa mereka dapat menggiling manna itu dan membentuknya menjadi roti bundar atau memasaknya dalam periuk (Bilangan 11:17-18). Adapun manna itu kemunculannya sangat mengherankan, konsistensinya unik dan masa kadaluarsanya sangat pendek. (ayat 19-20)
Melalui bacaan ini kita diingatkan, bahwa Allah terkadang memenuhi kebutuhan kita dengan cara-cara yang mengejutkan. Tindakan-Nya itu mengingatkan kita bahwa Allah tidaklah dibatasi oleh harapan kita, dan kita tidak dapat memperkirakan apa yang hendak Dia lakukan. Sementara kita menanti, lebih baik kita memusatkan perhatian kita pada diri-Nya daripada apa yang akan dilakukan-Nya. Sikap tersebut akan memampukan kita mengalami sukacita dan kepuasan dalam hubungan kita dengan-Nya.
Bukankah Allah berdaulat atas hidup kita, anak-anak-Nya seperti yang dilakukanNya terhadap Yesus. Dan Yesus pun mengajarkan dalam doa-Nya, “Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” Dan Yesus menaati kehendak Bapa, bahkan hingga mati di salib untuk menebus dosa kita. Masihkah Anda ragu akan kasih dan pemeliharaan-Nya?
Doa: “Sungguh Engkau Allah yang sangat mengasihi kami, karenanya kami percaya, bahwa Engkau Allah yang senantiasa akan memelihara hidup kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung