Renungan Harian (06 Agustus 2016)

06RATU ESTER DAN WASTI

Ester 2:1-18

Ester 2:17. “Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti.”

Ester adalah seorang anak yatim bangsa Yahudi. Dia adalah saudara sepupu dari Mordekhai. Ketika ratu Wasti dipecat dari kedudukannya sebagai ratu, maka Ester diangkat menjadi ratu menggantikan kedudukan Wasti sebagai Ratu Persia. Wasti dan Ester adalah sama-sama wanita yang sangat elok rupanya. Namun yang membedakan keduanya adalah watak dan karakter mereka. Ratu Ester rendah hati sedangkan Wasti sombong. Ratu Ester tahu menaruh hormat terhadap otoritas, sedangkan Wasti menyalahgunakan kedudukan dan kecantikannya untuk melawan. Pahlawan dan pemberontak dapat dibedakan dari cara seseorang bersikap terhadap otoritas. Respon keduanya yang berbeda membuat posisi mereka pun berbalik.

Seseorang tidak dapat menyatakan, bahwa memiliki rasa hormat kepada orang lain tanpa memperlihatkan sikap yang mendukung hal tersebut. Otoritas adalah suatu posisi yang harus kita hormati. Kita harus percaya, bahwa pengurapan Tuhan ada di atas sebuah otoritas. Hal ini akan membuat kita dapat tetap menunjukkan sikap hormat, meskipun ia melakukan hal yang tidak sesuai dengan keinginan dan pemikiran kita.

Selain itu, sikap tunduk dan hormat yang kita tunjukkan kepada pemegang otoritas akan membuat ia terdorong untuk memberikan dan melakukan yang terbaik. Anda dan saya tidak akan menerimanya, jika kita hanya melemparkan kata-kata negatif dan sikap penolakan kepada pemimpin kita. Sikap mendukung dan kata-kata positif akan membuat seorang pemimpin dapat memimpin dengan lebih mudah.

Pengalaman Wasti dan Ester membuktikan, bahwa kesombongan dan pemberontakan akan menghasilkan kerugian bagi diri sendiri, sebaliknya kerendahan hati dan penundukan diri akan mendatangkan keuntungan dan berkat.

Doa: “Ajar kami untuk senantiasa rendah hati dan menaruh hormat kepada semua orang, khususnya kepada pemegang otoritas di atas kami. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …