Renungan Harian (06 September 2015)

06TUNAIKAN TUGAS PELAYANANMU!

1 Tesalonika 5:1-11

1 Tesalonika 5:3. “Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman – maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin – mereka pasti tidak akan luput.”

Seorang saudagar kaya, akan melakuan perjalan bisnisnya sehingga dia menitipkan rumahnya yang besar dan mewah kepada pelayan kepercayaannya. “Saya akan pergi, tugasmu adalah membersihkan rumah ini serta meyiapkan makan untukku, sehingga saat aku kembali, aku dapat makan dan minum bersama-sama dengan kamu dan janganlah lambat membuka pintu saat aku pulang, agar aku tahu kamu menanti kedatanganku,” pesan pemilik rumah tersebut kepada pelayaannya. “Baik tuan,” jawab pelayan tersebut dengan patuh dan sopan.

Setiap hari pelayan selalu membersihkan rumah serta memasak makanan yang lezat untuk tuanya, dan selalu berjaga-jaga kalau-kalau tuannya mengetuk pintu rumah. Hal itu berlangsung berpuluh-puluh tahun, namun sang tuan tak kunjung datang. Akhirnya mulailah pelayan berpikir, “Untuk apa aku selalu membersihkan rumah ini, dan memasak masakan yang enak serta terjaga setiap waktu, tetapi tuan tidak pernah datang. Lebih baik aku istirahat sejenak, dan aku akan mulai bekerja lagi kalau tuan akan datang.” Beristirahatlah pelayaan tersebut, dan dalam waktu tiga puluh menit tertidurlah ia dengan pulas.

Dalam waktu itu juga, datanglah tuannya yang sudah lama pergi. Berulang kali pintu diketuk, namun tidak ada yang membuka pintu. Sedihlah hati sang tuan, ia berpikir ternyata pelayannya tidak mengharapkan kedatangannya. Saat sang tuan masuk dalam rumah, rumah begitu kotor dan tak didapatinya makanan di atas meja makan. Maka marahlah sang tuan kepada pelayaannya, lalu diusirnyalah pelayan tersebut dari rumahnya.

30 menit kelalaian bisa membuat perjuangan bertahun-tahun menjadi lenyap. Pelayaan tersebut sebelumnya rajin, dan dia juga mengasihi tuannya, namun ketidakwaspadaan mengubah segalanya. Akankan kita mengalami hal yang serupa dengan pelayaan di atas? Sudah berapa lama kita mengikut Dia, melayani Dia dan melakukan pekerjaan yang Dia perintahkan. Namun, saat Dia datang untuk kedua kalinya, ternyata kita sedang tertidur secara rohani karena kebosanan kita akan rutinitas. Saat kita merasa semuanya damai dan aman, sebenarnya di situlah letak kelengahan kita. Karena di saat merasa nyaman, maka kerajinan kita menjadi kendor, sehingga saat Tuhan Yesus datang kita tidak siap.

Doa: “Tuhan Yesus, tolonglah saya, supaya tidak menjadi jenuh, tetapi senantiasa memiliki roh yang berkobar-kobar dan tidak lalu menantikan kedatangan-Mu. Amin.”

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …