
NYANYIAN BARU DALAM HIDUP
Mazmur 96:1-13
Mazmur 96:1. Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi!
Menyanyi adalah hal yang biasa dilakukan oleh manusia. Menyanyi adalah anugerah yang Tuhan berikan bagi kita umat manusia. Nyanyian dapat menenangkan hati yang sedang gundah serta dapat memotivasi kita untuk hidup bagi Kristus, dan melalui nyanyian kita dapat mengangkat hati dalam pujian kepada Tuhan. Tanpa nyanyian, bagaikan makan nasi tanpa garam. Mungkin untuk hampir semua orang nyanyian sudah menjadi kebutuhan hidup, lebih tepatnya menjadikan hidup lebih berwarna dengan alunan nada-nadanya.
Di dalam nyanyian yang dinyanyikan itu tercermin suatu ungkapan atau ekspresi hati nurani dan pikiran (1 Korintus 14:15c). Jadi kalau seseorang menyanyikan lagu pujian seharusnyalah dia menyanyi dengan seluruh hidup dan seluruh pikiran dan akal budinya.
Dalam Mazmur 96 ayat 1 dikatakan “Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi!” Artinya nyanyian pujian yang dinyanyikan bukan nyanyian lama. Karena berkat Tuhan selalu baru dalam hidup kita, maka patutlah kita menyanyikan atau bersyukur selalu baru dalam hidup kita. Ungkapan syukur yang tercermin dalam nyanyian baru karena kasih-Nya, kebaikan-Nya, penyertaan-Nya, berkat-Nya selalu dialami oleh setiap umat Tuhan detik demi detik, menit lewat menit, jam, hari, bulan dan tahun.
Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan, mengungkapkan pengalaman atau perjumpaan pribadi si pemazmur dengan Tuhan dalam kesehariannya di mana berkat, penyertaan melimpahi pemazmur. Oleh karena itu, nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan, sebab Ia baik, bahwasanya untuk selama-lamanya Kasih setia-Nya. Amin.
Doa: “Kami mau bernyanyi dan bersyukur dengan pujian yang baru bagi-Mu ya Allahku karena kebesaran, keagungan, kejayaan, dan kehormatan Mu. Amin.”
Bacaan Setahun: 2 Petrus 2:10b-16; 2 Timotius 2:22-26; Yehezkiel 3:16-27 ; Hosea 7
GBI Pasir Koja 39 Bandung