MEMBANGUN JIWA DENGAN PUJIAN DAN SEMBAH
Nehemia 9:1-37
Nehemia 9:3. “Sementara mereka berdiri di tempat, dibacakanlah bagian-bagian dari pada kitab Taurat TUHAN, Allah mereka, selama seperempat hari, sedang seperempat hari lagi mereka mengucapkan pengakuan dan sujud menyembah kepada TUHAN, Allah mereka.”
Gereja-gereja seringkali mengadakan KKR. Pada tahun 90-an semasa kami masih remaja, KKR ini menjadi acara yang dinanti-nantikan oleh beberapa orang Kristen. KKR diadakan dengan tujuan mendorong kembali jemaat yang mulai letih lesu secara rohani, mungkin saja untuk membangkitkan harapan yang hampir padam setelah menghadapi pergumulan hidup, contohnya: sakit penyakit, ekonomi/finansial dan lain sebagainya. Sehingga tidaklah aneh apabila KKR selalu disertai oleh Kebaktian Kesembuhan Ilahi. Bahkan tidak sedikit dalam KKR itu lebih menonjolkan karunia “spesial” dari sang hamba Tuhan.
Dalam Nehemia pasal ke-8 dan ke-9, kepala kaum keluarga seluruh bangsa, para imam, orang-orang Lewi berkumpul bersama Ezra – selaku ahli hukum taurat, mengadakan KKR besar-besaran. KKR besar itu dilakukan setelah orang buangan Yahudi diijinkan kembali ke negeri mereka, yaitu Yerusalem, setelah pembuangan di Babel dan Persia. Tujuan KKR itu bukan untuk mengadakan kesembuhan fisik ataupun kesembuhan finansial jemaat, tetapi untuk pemulihan rohani dan meningkatkan komitmen mereka kepada Allah dan firman Allah.
Bentuk KKR tersebut diadakan pada saat Hari Raya Pondok Daun. Di KKR tersebut ada pembacaan firman Allah, pengakuan dosa masing-masing jemaat, pujian dan penyembahan jemaat sebagai ciri orang yang dibenarkan oleh Allah (Neh. 9:3-5).
Marilah kita bangun pujian penyembahan bukan saja pada saat hari raya, atau hari besar agama Kristen, tetapi memuji dan menyembah Tuhan dalam segala waktu, terutama pada waktu pagi hari sebelum kita beraktivitas. Muliakan Tuhan dari waktu Anda dan saya bangun tidur, sampai dengan kita akan beristirahat.
Doa: “Tuhan Yesus, ajar kami untuk senantiasa memuliakan-Mu. Dari sejak kami bangun tidur sampai kami memejamkan mata kami untuk tidur. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung