
MEMBANGKITKAN PEMIMPIN MELALUI PEMURIDAN
Ulangan 34:1-12
Ulangan 34:9. Dan Yosua bin Nun penuh dengan roh kebijaksanaan, sebab Musa telah meletakkan tangannya ke atasnya. Sebab itu orang Israel mendengarkan dia dan melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.
Masalah kepemimpinan baik di dalam institusi sekuler maupun rohani merupakan peristiwa yang sangat penting. Karena kelanjutan hidup, misi, dan visi itu terletak di tangan pemimpin pengganti. Peran, tugas, dan tanggung jawab seorang pemimpin memang sangatlah vital.
Dalam kepemimpinan rohani dan kepemimpinan pelayanan dalam Perjanjian Lama adalah hal yang serius dan mulia. Tidak sembarang orang boleh melayani Tuhan. Hanya Tuhan yang berhak memilih dan menetapkan hamba-hamba-Nya.
Yosua adalah calon pengganti Nabi Musa yang telah Tuhan pilih dan persiapkan. Mengapa harus Yosua karena akan terus berlanjut diperlukan seorang pengganti yang mempunyai kualifikasi yang diperlukan untuk melaksanakan tugas Allah dalam misi penaklukan musuh bangsa Israel. Yosua sudah mengikuti dan belajar dari hidup dan karya Nabi Musa juga Yosua merupakan figur yang tepat sebagai pengganti Musa karena ia mempunyai kualifikasi sebagai berikut: Ia adalah seorang yang setia dan gigih berjuang bahkan sudah mengenal dan mengikuti Musa sejak masa mudanya. Sekarang waktunya sudah tiba bagi Musa untuk menyerahkan tongkat kepemimpinannya kepada Yosua.
Pada saat di bawah pimpinan Yosua bangsa Israel sesuai dengan pernyataan Tuhan, bisa memasuki negeri Kanaan yang diwariskan kepada mereka.
Doa: “Tuhan ajarkanku tetap setia dan gigih untuk melaksanakan tugas yang Tuhan berikan. Amin.”
Bacaan Setahun: Markus 2:18-28; Kisah Para Rasul 17:22-28a; Mazmur 73; Imamat 15.
GBI Pasir Koja 39 Bandung