MEMBANGUN KELUARGA YANG BERKENAN BAGI ALLAH
Kejadian 1:27-29
1 Timotius 3:15. “Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.”
Keluarga pertama di dunia ini dibentuk oleh Allah sendiri, yakni keluarga Adam (Kejadian 1:27-29). Ia ingin agar melalui sebuah keluarga dilahirkan keturunan Ilahi yang memuliakan Tuhan. Lewat keluarga Kristenlah, Allah hendak memperkenalkan diri-Nya kepada orang-orang yang belum mengenal-Nya. Ia ingin agar keluarga Kristen menjadi jemaat Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran bagi dunia. Itulah sebabnya, di dalam Alkitab begitu banyak firman yang Ia nyatakan tentang keluarga. Dalam Perjanjian Lama, kata keluarga ditulis sebanyak 215 kali, sedangkan di Perjanjian Baru kata tersebut tertulis sebanyak 27 kali. Ini merupakan bukti, bahwa Allah sangat serius dengan keluarga.
Lalu bagaimana dengan keseriusan kita dalam membangun keluarga kita? Apakah keluarga kita telah berjalan sesuai kehendak Bapa? Kehendak Bapa yang terutama dalam Kejadian 1:28 adalah memberkati keluarga untuk beranak cucu, bertambah banyak, agar bumi dipenuhi keluarga-keluarga yang takut akan Allah dan berkuasa atas binatang-binatang di bumi, dan bukan untuk mendominasi keluarga kita sendiri.
Oleh karena itu biarlah Allah Bapa menjadi penguasa atas keluarga kita. Renungkan bagaimana Allah Bapa menaungi bangsa Israel untuk keluar dari tanah Mesir. Ulangan 7:1-11 menuliskan bagaimana Allah menghalau bangsa-bangsa yang menghalangi bangsa Israel. Keluarga Allah adalah jemaat Allah yang hidup, keluarga orang percaya adalah tiang penegak dan pendukung ajaran yang benar dari Allah. Oleh karenanya, jika Anda hidup sesuai dengan ketetapan-Nya, maka janji-Nya, bahwa Ia akan memberkati dan memelihara keluarga Anda pasti akan tergenapi.
Doa: “Allah Bapa, hanya ke dalam tangan-Mu kami serahkan keluarga kami. Berkuasa lah Tuhan atas kami semua sebagai anggota keluarga Allah, dan biarlah perkataan-Mu yang menjadi kesuakaan kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung