
PRIORITAS HIDUP
Hagai 1:1-14
Keluaran 20:3. “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.”
Bicara tentang prioritas menunjuk kepada suatu sikap hidup yang harus mengutamakan yang terpenting di antara yang penting. Hal ini juga berkaitan dengan kebutuhan manusia yang sangat kompleks. kita sering dihadapkan pada pilihan antara Tuhan, keluarga, pelayanan dan pekerjaan. Ditambah lagi dengan tawaran-tawaran dari dunia ini yang sangat menggoda dan berpotensi membuat kita kehilangan fokus kehidupan. Kita dihadapkan kepada sebuah pilihan kehidupan, mana yang harus diprioritaskan.
Dalam menentukan keputusan prioritas hidup yang tepat menuntut sikap hati yang tepat. Sikap hati inilah yang menentukan kehidupan kita yang akan datang. Bangsa Israel ditegur Tuhan melalui nabi Hagai karena setelah orang Israel yang telah kembali dari pembuangan di Babel dan mereka telah tinggal beberapa tahun di Yerusalem, Rumah Tuhan (Bait Allah) masih saja merupakan puing-puing. Bangsa Israel lebih memprioritaskan rumahnya sendiri daripada Rumah Tuhan. Oleh karena itu, dalam pesan-pesan melalui nabi Hagai, Allah mendesak para pemimpin bangsa Israel untuk membangun kembali Rumah Tuhan.
Apa prioritas hidup kita? Setelah bangsa Israel keluar dari Mesir, Allah memberikan firman dalam Keluaran 20:3: “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.” Allah ingin Dia diprioritaskan dalam kehidupan bangsa Israel. Allah tidak mau dinomor duakan. Tuhan Yesus dalam khotbah-Nya di bukit berfirman: “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Matius 6:33. Dalam totalitas hidup kita, biarlah kita selalu mengutamakan Tuhan dan kebenaran-Nya. Letakkan Tuhan yang terutama dari yang utama.
Doa: “Tuhan, Engkaulah prioritas hidupku, tidak ada allah lain selain Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus.”
Bacaan Setahun: Yohanes 1:29-34; I Korintus 15:44b-58; Yesaya 11-12; I Samuel 10-11.
GBI Pasir Koja 39 Bandung