Renungan Harian (05 April 2017)

PENGHARAPAN

Ibrani 6:9

Ibrani 6:19. “Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,”

Dalam kehidupan ini, setiap kita memerlukan pengharapan. Alkitab menyatakan, bahwa pengharapan adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita (Ibrani 6:19a). Tanpa pengharapan, maka jiwa kita akan seperti kapal yang tidak memiliki jangkar, yang akan mudah dihanyutkan oleh gelombang kehidupan ini.

Paskah merupakan peristiwa yang harus senantiasa kita ingat dan resapi maknanya, karena peristiwa Paskah membawa pengharapan yang akan menjadi sauh dalam kehidupan kita. Lewat Paskah, hendaknya kita selalu menyadari, bahwa sesungguhnya penyakit kitalah yang ditanggung-Nya dan kesengsaraan kita yang dipikul-Nya (Yes. 53:4).

Peristiwa Paskah juga menyatakan tindakan kasih Kristus yang luar biasa, di mana Ia bersedia mati bagi kita, bahkan ketika kita masih berdosa (Roma 5:8). Lewat kebangkitan-Nya, kita mendapat kepastian, bahwa Allah kita Allah yang hidup dan berkuasa. Ia sanggup melakukan segala sesuatu dan tidak ada satu pun rencana-Nya yang gagal.

Jika nyawa-Nya saja Ia berikan bagi kita, masakan kebutuhan kita tidak akan dipenuhi-Nya? Penyakit dan sengsara kita telah ditanggung-Nya, maka dipastikan mukjizat kesembuhan adalah bagian kita. Jika maut telah Ia kalahkan, masakan Ia tidak mampu melindungi kita dari yang jahat? Pengampunan akan dosa dan kelepasan dari kutuk dan hukum dosa dijamin-Nya di atas kayu salib.

Biarlah di momen Paskah ini, kita kembali mendapatkan pengharapan yang meneduhkan badai dan galau yang sedang berkecamuk di dalam jiwa kita. Haleluya!

Doa: “Setiap kali kami mengingat karya-Mu di dalam hidup kami, sungguh kami menyadari, bahwa Engkau tiada duanya. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …