
REPUBLIK SUAP?
Mikha 7:1-6
Ulangan 16:19. Janganlah memutarbalikkan keadilan, janganlah memandang bulu dan janganlah menerima suap, sebab suap membuat buta mata orang-orang bijaksana dan memutarbalikkan perkataan orang-orang yang benar.
Hakim dapat disuap, pembesar memberi keputusan sekehendaknya, dan hukum mereka putar balikkan! Demikian sinyalemen seorang pembela HAM (Hak Asasi Manusia) berinisial MM. Selain itu ada juga tulisan tokoh berinisial YA yang adalah analis sosial yang dekat dengan kalangan istana. Ia mencatat, “Para pemimpin semuanya suka menerima suap dan mengejar sogok.”
Suap, ketika kita harus mengurus surat-surat kendaraan, KTP, urusan pajak, keputusan sidang yang tidak adil, dll.
Suap, bisa mengatur segala sesuatu. Yang hitam jadi putih, yang putih jadi hitam. Yang lurus jadi bengkok, yang bengkok jadi lurus. Yang di depan jadi di belakang, yang di belakang tidak usah antri sama sekali. Mata kita kadang tidak bisa membedakan, mana yang benar mana yang keliru. Musa berkata, “… janganlah menerima suap, sebab suap membuat buta mata orang-orang bijaksana…” (Ul. 16:19)
Siapakah inisial MM dan YA yang bersuara lantang itu? Dia adalah Mikha dari Moresyet dan Yesaya bin Amos. Mikha menyuarakannya di Mikha pasal 7 dan Yesaya pasal 1.
Jangan berburuk sangka dulu. Itu terjadi di negara orang lain. Bagaimana dengan negara kita? Bersyukur pemerintah sekarang sudah jauh lebih baik, meski pun masih ada saja yang melakukannya.
Sebagai anak-anak Tuhan, mari kita selalu taat akan kebenaran firman Tuhan. Cintai negeri kita sendiri dan berlaku benar seperti yang Kristus mau.
Doa: “Roh Kudus, mampukan kami untuk selalu taat akan kebenaran firman Tuhan. Amin.”
Bacaan Setahun: Yohanes 8:37-47; Galatia 1:11-24; Yesaya 47; I Raja-raja 6-7.
GBI Pasir Koja 39 Bandung