KETEGARAN HAGAR
Kejadian 16:1-16
Kejadian 16:11b. “Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu.”
Alkitab mencatat seorang wanita bernama Hagar, seorang gadis Mesir yang menjadi pelayan bagi Sarai, istri Abraham. Ketika Sarai tidak bisa memiliki anak, Sarai menyerahkan Hagar kepada suaminya, dengan harapan melalui Hagar, ia bisa mengadopsi anak. Sebagai majikan kala itu Sarai bisa bertindak sewenang-wenang. Sedangkan sang pelayan telah terjual hidupnya, sehingga tidak bisa memberontak.
Sebagai wanita normal tentu Hagar ingin memiliki rumah tangga sendiri. Hagar memandang rendah nyonyanya ketika ia tahu, bahwa ia mengandung anak dari tuannya. Itu membuat Sarai sangat marah dan menindasnya. Penindasan yang dilakukan Sarai pastilah menyakitkan, hingga Hagar tidak tahan dan melarikan diri. Namun dalam pelariannya, Hagar diperintahkan malaikat Tuhan untuk kembali dan membiarkan dirinya ditindas. Ketaatannya pada malaikat Tuhan membuatnya tegar untuk menghadapi penindasan Sarai. Hagar adalah wanita yang tegar untuk membela anaknya. Bahkan ketika ia harus menjadi orang tua tunggal karena diusir majikannya, Hagar tetap memelihara anaknya.
Abraham memiliki anak dari wanita lain, yaitu Ketura, namun Alkitab mencatatnya sebagai keturunan Ketura bukan anak Abraham (Kej. 25:4). Ismael bukanlah anak perjanjian, namun tetap dicatat sebagai anak Abraham, bersama Ishak. Allah menyertai Ismael dan menjadikannya bangsa yang besar.
Ada banyak masalah dalam kehidupan wanita, terutama dalam membesarkan dan mendidik anak-anak. Tanpa mengesampingkan peran seorang ayah, ketegaran seorang wanita akan berpengaruh pada kesuksesan seorang anak. Anda wanita? Anda dibutuhkan banyak orang terutama generasi mendatang, oleh sebab itu jadilah wanita tegar. Anda seorang pria? Berbahagialah, jika Anda memiliki wanita tegar dalam kehidupan Anda. Apakah itu ibu, istri, saudara atau anak perempuan. Berterimakasihlah pada mereka dan bersyukurlah pada Tuhan.
Doa: “Beri kami kekuatan, agar kami dapat tegar dalam menghadapi setiap persoalan hidup kami, dan pada akhirnya kami dapat melihat kemuliaan-Mu nyata atas kami, ya Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung