
DEGIL
Yohanes 9
Yohanes 9:41. Jawab Yesus kepada mereka: “Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata: Kami melihat, maka tetaplah dosamu.”
Hanya Tuhan Yesuslah yang dapat membuat keadaan seseorang menjadi berubah. Orang yang buta sejak lahir dan jadi pengemis menjadi orang yang dapat melihat, bersukacita memuji-muji Allah karena mukjizat yang dialaminya. Mukjizat sengaja dilakukan Tuhan Yesus di hari Sabat, supaya manusia memahami, bahwa bukan hari Sabatnya yang penting, tetapi pribadi Tuhan yang mengadakan hari Sabat lah yang jauh lebih penting.
Orang Farisi gagal memahami siapakah pribadi Tuhan Yesus yang telah melakukan banyak mukjizat, berbuat kebaikan di hari Sabat. Mereka hanya memandang Tuhan Yesus sebagai orang berdosa, bukan seorang nabi yang datang dari Allah sebab berani melanggar aturan hari Sabat.
Namun, berbeda dengan orang buta yang mengalami mukjizat ini, dirinya meyakini bahwa Tuhan Yesus bukan orang sembarangan, Tuhan Yesus adalah seorang nabi utusan Allah. Bila tidak, mustahil Tuhan Yesus bisa mencelikkan matanya yang buta.
Kedegilan hatilah yang telah membutakan orang Farisi sehingga mereka gagal mempercayai Tuhan Yesus sebagai nabi dan Mesias. Hal ini juga terjadi di zaman ini, meskipun banyak orang yang tahu siapakah Tuhan Yesus sebenarnya, tetapi oleh kedegilan hati banyak orang tetap menutup diri, menolak dan menganggap Dia sebagai nabi palsu dan pembohong besar. Bagi mereka, hukuman Allah yang kekal layak mereka terima sebagaimana dikatakan Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus sebagai Terang Dunia pasti datang menolong kita yang buta karena dosa. Mukjizat terjadi sebagai jembatan supaya seseorang bisa mengenal siapakah Tuhan Yesus itu. Mukjizat bukan tujuan utama, tetapi pembuka pintu bagi tujuan utama yaitu pengenalan akan Tuhan Yesus. Kedegilan hati merupakan penghalang bagi seseorang mengalami anugrah keselamatan dari Kristus.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, lembutkan hatiku melihat kebenaran-Mu. Amin.”
Bacaan Setahun: Yakobus 1:19-27; 1 Tesalonika 4:1-6; Yeremia 36; 2 Tawarikh 32-33.
GBI Pasir Koja 39 Bandung