2 Timotius 4:1-8
2 Timotius 4:2. “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.”
Ketika Ercan Sengul menyerahkan hidupnya kepada Tuhan di negara Turki, beberapa orang menganggapnya sepertinya mengkhianati warisan dan negaranya. Ketika dia berkata, bahwa dia akan melakukan apa pun demi Allah, dia benar-benar serius. Tetapi bagaimana sekarang?
Ercan duduk dalam sel penjara yang lembab dan gelap, dikelilingi oleh orang-orang yang satu sel dengannya. Dia ditangkap oleh polisi setempat yang berkata, bahwa dia telah ‘menghina agama setempat’ dengan membagikan buku-buku dari sebuah percetakan Kristen.
Ercan berseru kepada Allah, meminta pertolongan. Dia tahu, bahwa dia tidak bersalah dan tidak seharusnya dia berada di sini. “Kamu berkata bahwa kamu akan melakukan apa pun untukku,” Allah berbisik di dalam hati Ercan. “Benarkah itu?” Tersungkur di hadapan Allah, Ercan menangis dan beribadah.
Akhirnya Ercan mulai berkhotbah 3 jam setiap hari di penjara. Dia belajar, bahwa Allah mengizinkannya dipenjarakan untuk memberikannya sebuah ladang misi yang baru! Ercan berada di penjara selama 30 hari sampai saksi-saksi mengakui, bahwa polisi memaksa mereka untuk menandatangani pernyataan, dan hakim menemukan tidak adanya bukti-bukti kejahatan.
Penangkapan tersebut telah memperluas kesaksian Ercan. Sejak pelepasannya banyak yang dulu adalah teman se-selnya telah mengunjungi gerejanya, menanyakan dia tentang Allah yang telah memberinya kedamaian dalam penjara. Ercan masih membagikan buku-buku Kristen dengan sukacita, karena ia tahu ia bisa saja ditangkap.
Firman Tuhan berkata hendaknya kita siap sedia dalam segala keadaan memberitakan firman. Kalau kita mengalami hal yang tidak enak, carilah Allah dengan sungguh-sungguh sehingga Allah mengubahkan cara pandang kita mengenai kesempatan yang diberikannya untuk bersaksi di tempat kita berada. Tetaplah jadi saksi Kristus. (NK).
Doa: “Apa pun resiko yang harus kami hadapi dalam memberitakan Injil-Mu, kami tetap tidak akan berhenti menjadi saksi-Mu, Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
