
KESEPIAN
Yohanes 4:1-42
Mazmur 62:6. “Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku.”
Pernahkah Anda merasa kesepian? Kesepian adalah keadaan emosi dan kognitif yang tidak bahagia, diakibatkan oleh hasrat akan hubungan akrab tetapi tidak dapat mencapainya. Seseorang yang tidak menginginkan teman bukan orang yang kesepian. Namun, seseorang yang menginginkan teman dan tidak memilikinya, ialah orang yang kesepian. Kesepian adalah pengalaman subjektif.
Sebagai makhluk sosial, rasanya tidak ada orang yang ingin kesepian, tanpa punya sahabat tempat berbagi perasaan atau juga tidak punya keterikatan emosional dengan pasangan. Orang-orang yang kesepian cenderung menilai dirinya sebagai orang yang tidak berharga dan tidak dicintai. Akhirnya, ia pun tidak nyaman berada di lingkungan mana pun.
Kesepian sebenarnya sebuah problem rohani. Kasih manusia saja tidak dapat menyembuhkan kesepian. Seseorang bisa merasakan kesepian ketika berada di tengah kerumunan orang. Bahkan pernikahan tidak dapat memecahkan masalah kesepian.
Pemazmur menyatakan dalam Mazmur 62:6, bahwa Allah lah jawaban dari kesepian. Hanya pada Allah kita peroleh hati tenang dan ada pengharapan. Rasa kesepian adalah suatu kebutuhan yang lebih lagi akan Allah. Hanya Allah sendiri yang dapat memenuhi kekosongan hati Anda. Jika Anda kesepian atau tidak bahagia, Anda perlu mendekatkan diri kepada Tuhan Yesus.
Perempuan Samaria yang telah menikah lima kali, dan tinggal dengan laki-laki yang bukan suaminya, tetap mengalami kesepian dalam batinnya. Jiwanya haus untuk dipuaskan. Ia telah berganti-ganti pasangan dalam upaya mencari kasih dan kepuasan. Tuhan Yesus datang dan mengalihkan arah hidupnya yang keliru. Kehausan batinnya hanya dipuaskan oleh kehadiran Allah. Tuhan Yesus menyatakan, “Barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”
Ayat Bacaan Setahun: 2 Petrus 2:1-10a; 2 Timotius 2:14-21; Yehezkiel 2:1-3:15; Hosea 5-6
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, Engkau cukup bagiku. Aku bersyukur kepada-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung