Renungan Harian (04 Nopember 2017)

JATUH CINTA PADA  DAUD

1 Samuel 16

2 Samuel 23:1. “Inilah perkataan Daud yang terakhir: ”Tutur kata Daud bin Isai dan tutur kata orang yang diangkat tinggi, orang yang diurapi Allah Yakub, pemazmur yang disenangi di Israel”

Apakah yang membuat Allah memilih Daud untuk menjadi raja atas bangsa Israel?  Siapakah Daud sehingga Allah jatuh cinta padanya? Secara manusia, Daud tidak dipandang. Namun Daud punya prestasi yang layak diperhitungkan ketika manusia sekitarnya meremehkan dia.  Ketika Saul membutuhkan seorang pemain kecapi, salah seorang hamba merekomendasikan Daud, orang Betlehem  yang pandai main kecapi. Ia seorang pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, yang pandai bicara, elok perawakannya; dan TUHAN menyertai dia.

Daud hanya gembala domba, bagaimana direkomendasikan sebagai pahlawan gagah perkasa, seorang  prajurit? Ternyata Daud berani melawan singa dan beruang untuk menjaga domba-dombanya. Alkitab mencatat Allah menyertai Daud. Permainan kecapi Daud pun sanggup mengusir roh jahat. Setiap kali roh jahat hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya.

Dalam segala pergumulan hidupnya, bahkan ketika maut mengincarnya, Daud selalu memuji dan menyembah Allah. Seluruh prestasi dan kejayaan sebagai seorang raja tidak menjadi identitas dalam dirinya. Seluruh hidupnya bahkan ketika ia jatuh dalam dosa, ia selalu mempersembahkan pujian yang benar kepada Allah. Pada akhir hayatnya, Daud memproklamirkan dirinya sebagai pemazmur yang disenangi di Israel. Bukan sebagai pemenang perang, bukan sebagai  raja, bukan sebagai pahlawan tetapi sebagai pemuji dan penyembah Allah.

Siapakah kita dihadapan Allah? Ingin seperti apakah kita dikenal? Apakah kita adalah pribadi yang mengasihi Allah, sehingga dengan segenap hati kita memuji dan menyembah Allah dalam keadaan apa pun?

Doa: “Kami mau dikenal sebagai seorang pemuji dan penyembah Allah yang setia dan taat. Ajar dan mampukan kami, ya Roh Kudus.”

 

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …