Renungan Harian (04 Maret 2016)

04TAAT SEPENUHNYA

Matius 26:36-46

Matius 26:39. “Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

Inilah tahap pertama dari rangkaian penderitaan yang dialami Kristus. Semua penderitaan rohani dan jasmani yang dialami-Nya bermula di taman Getsemani. Lukas 22:44, “Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.” Di bawah tekanan yang hebat, pembuluh darah halus dalam kelenjar-kelenjar keringat dapat pecah sehingga keringat bercampur dengan darah.

Ia berdoa dan bergumul di Taman Getsemani bukan karena Ia ingin agar dibebaskan dari kematian jasmani, karena Ia memang datang ke dunia dan meninggalkan sorga dengan sebuah tujuan yang bulat, yaitu mati untuk menebus dosa manusia. Tetapi Kristus adalah manusia seutuhnya dan Ia tahu betapa beratnya penderitaan dan siksaan yang akan Ia alami. Dan yang paling menyakitkan dari rangkaian penderitaan-Nya ialah keterpisahan-Nya dari Bapa.

Ia berdoa, “Ya Bapa sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaKu.” Sekiranya ada cara lain untuk dapat menebus manusia selain dari mati tergantung di kayu salib, maka pasti Allah akan memilih jalan itu. Tetapi kenyataannya tidak ada. Satu-satunya cara untuk menyelamatkan manusia adalah Allah sendiri harus berinkarnasi, menjadi manusia, menderita siksaan, dan mati di kayu salib. Dan Kristus pun menyerahkan diri-Nya untuk mengalami kematian jasmani dan pemisahan rohani dari Bapa agar dapat menyediakan keselamatan bagi kita. “Tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

Seringkali orang Kristen salah mengartikan salib. Penderitaan yang mereka alami karena dosa dan kesalahan mereka sendiri dinyatakan sebagai salib yang sedang mereka pikul. Itu salah besar! Salib bicara tentang ketaatan sepenuhnya akan kehendak Bapa, seperti Kristus yang taat penuh akan kehendak Bapa. Mari, umat yang telah ditebus-Nya, kita meneladani Kristus dengan sepenuhnya memberi diri untuk taat penuh akan kehendak Bapa, agar rencana-Nya yang sempurna tergenapi dalam hidup kita.

Doa: “Tuhan Yesus, kami mau seperti-Mu yang taat sepenuhnya akan kehendak Bapa. Karena kami tahu, rancangan Tuhan adalah rancangan yang mendatangkan kebaikan dan damai sejahtera. Amin.”

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …