
YESUS PUSAT KEHIDUPAN KELUARGA
Mazmur 127
Kisah Para Rasul 16:25-26. Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah …… Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, ……; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.
Suatu waktu, seperti yang sudah rutin dilakukan, suami istri yang cinta Tuhan ini datang ke rumah Tuhan. Mereka memuji serta menyembah Tuhan. Sepulang dari rumah Tuhan, mereka beristirahat, dan seperti biasanya, pada jam setengah empat pagi sang suami sudah bangun kembali untuk bersaat teduh secara pribadi. Tak disangka-sangka, ternyata pagi itu menjadi saat teduh yang terakhir bagi sang suami. Di tengah-tengah ia menaikkan pujian penyembahan kepada Tuhan, sang suami secara mendadak menghembuskan nafas terakhirnya akibat pembuluh darah yang pecah di batang otaknya. Sedih, merupakan sebuah reaksi yang wajar dialami oleh sang istri. Namun di dalam kesedihannya, sang istri tetap memuji-muji Tuhan atas kebaikan serta pertolongan-Nya yang ajaib baginya dan bagi keluarganya.
Ya, keluarga ini sudah terbiasa membangun hidup mereka dengan menjadikan Yesus sebagai pusat hidup mereka, sehingga mereka tidak mudah tergoyahkan oleh badai sebesar apa pun yang menimpa hidup mereka. Sepeninggal sang suami, sang istri tetap setia melayani Tuhan, datang beribadah ke rumah Tuhan dan mendidik anak-anaknya menjadi anak-anak yang takut akan Tuhan. Hasilnya, keluarga ini menjadi keluarga yang sangat diberkati Tuhan. Sang istri bisa dipakai Tuhan menguatkan banyak orang yang sedang dilanda badai permasalahan, anak-anaknya menjadi anak-anak yang sukses dan dipakai Tuhan dalam pekerjaan Tuhan secara luar biasa.
Seperti Paulus dan Silas, masalah apa pun yang saat ini sedang kita alami, percayalah bahwa ketika kita menempatkan Tuhan Yesus sebagai pusat dalam hidup kita, maka kita akan mengalami manifestasi kuasa Tuhan yang dahsyat.
Doa: “Tuhan Yesus, Engkaulah pusat dan standar dalam kehidupan keluargaku. Amin.”
Bacaan Setahun: Lukas 16:10-18; I Korintus 3:18-23; Pengkhotbah 1; Yosua 7-8.
GBI Pasir Koja 39 Bandung