PEMAIN AKROBAT
Mazmur 62:1-13
Mazmur 62:9. “Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita.”
Pada tahun 1800-an, ada seorang pemain akrobat yang sangat terkenal karena keahliannya berjalan di atas tali. Ia bernama Blondin (Jean-Frances Graviel). Pada suatu hari ia mengadakan pertunjukan yang menantang nyali. Ia akan berjalan di atas bentangan tali baja sepanjang 1600 kaki, menyeberangi air terjun Niagara yang tingginya 160 kaki dari air yang mengalir deras, tanpa jaring pengaman. Semua menahan nafas ketika Blondin berusaha menyeimbangkan dirinya di atas seutas tali baja tipis. Satu langkah saja salah, nyawanya melayang. Selangkah demi selangkah, akhirnya Blondin berhasil mencapai ujung. Para penonton berteriak histeris.
Ketika ditanya apa rahasianya. Blondin bukannya menjawab pertanyaan tersebut dengan balik bertanya, “Apa Anda percaya saya sanggup menyeberangi Niagara di atas seutas tali baja?” Wartawan tersebut menjawab, “Anda melakukannya di depan mata saya! Tentu saya percaya!” Jawab Blondin “Bagus! Nah apa Anda percaya, bahwa saya mampu melakukannya lagi, sambil membawa satu orang laki-laki di pundak saya?” Dengan antusias sang wartawan menjawab, “ Tentu saja! Anda pasti bisa!” Kata Blondin, “Bagus! Naiklah! Saya akan melakukannya sekarang juga, dengan Anda di pundak saya.”
Sang wartawan yang tadinya sangat bersemangat menjadi pucat dan hampir pingsan mendengar tantangan Blondin. Ia menjawab dengan gugup, ”Ya, saya percaya Anda sanggup melakukannya. Tapi jangan saya, cari yang lain saja, Pak.”
Kisah tadi mungkin terasa lucu, namun ketika kita renungkan, apakah dalam kehidupan iman kita sering melakukan hal yang sama dengan wartawan itu? Kita “percaya” bahwa Allah ada, Allah sanggup menjawab, Allah sanggup menyelamatkan. Kita sering mendengar kisah-kisah iman orang lain. Namun ketika seperti Blondin, Allah menantang kita untuk diperhadapkan dengan air terjun Niagara kehidupan yang mengerikan dan penuh ketidakpastian, kita mundur dan menyerah seperti wartawan tadi.
Marilah kita dengan berani mempercayai Allah, ketika hal-hal yang menantang iman terjadi dalam kehidupan kita.
Doa: “Sungguh hanya pada Allah ada keselamatanku. Engkaulah gunung batu kekuatanku dan tempat perlindunganku. Hatiku percaya penuh kepada-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung